Pertumbuhan, Produksi dan Kecemaan In Vitro Sorgum BMR Patir 3.7 (Sorghum bicolor (L) Moench.) pada Lahan Pasca Tambang Pasir dengan Penambahan Beberapa Jenis Pupuk
View/ Open
Date
2015Author
Safitri, Apdila
Karti, Panca DMH
Apri A, Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
Lahan pasca tambang pasir adalah lahan marginal yang belum
termanfaatkan dengan permasalahan utamanya kandungan bahan organik,
kapasitas menahan air rendah, dan pencucian unsur hara tinggi. Perbaikan
kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah perlu dilakukan dengan penambahan
beberapa jenis pupuk yaitu pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah.
Sorgum brown midrib (BMR) merupakan sorgum mutan untuk hijauan ternak
yang rendah lignin, kecernaan tinggi dan mampu beradaptasi di lahan marjinal
dengan produktivitas tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian pupuk organik,
pupuk hayati dan pembenah tanah dibandingkan dengan pupuk NPK sebagai
kontrol positif pada kesuburan tanah, pertumbuhan, produktivitas, kandungan
nutrien dan kecernaan in vitro sorgum pada lahan pasca tambang pasir.
Rancangan yang diterapkan pada penelitian kali ini ada dua yaitu Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan tujuh ulangan pada pengamatan
pertumbuhan dan produktivitas, sedangkan kandungan nutrien hanya tiga ulangan.
Rancangan Acak Kelompok (RAK) enam perlakuan tiga ulangan untuk kecernaan
in vitro. Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK, pupuk kandang (PKd),
fungi mikoriza arbuskula (FMA), mikroorganisme efektif (ME), dan asam humat
(AH). Perlakuan pupuk terdiri dari P0: pasir; P1: NPK 100% (270 kg ha-1); P2:
PKd,FMA dan ME; P3: P2 dan NPK 50%; P4: P2 dan AH; P5: P4 dan NPK 50%.
Peubah yang diamati pada penelitian kali ini adalah suhu dan kelembaban
lingkungan, kesuburan fisik dan kimia tanah, pertumbuhan, produktivitas
biomassa, berat malai, batang, dan daun, rasio daun : batang, kandungan nutrien,
produksi total nutrien per hektar dan kecernaan in vitro sorgum, serta estimasi
produksi metan relatif.
Hasil analisis fisik dan kimia tanah menunjukkan bahwa perlakuan P2 –
P5 dapat menurunkan kandungan pasir, meningkatkan bahan organik, dan
mempertahankan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Pertumbuhan sorgum
mengalami peningkatan pada diameter batang sorgum tertinggi pada perlakuan
P1. Produktivitas dan kualitas nutrien sorgum pada perlakuan P1 paling tinggi
tetapi perlakuan P2 dan P4 mampu menyamai hasil yang didapatkan P1.
Kandungan fraksi serat memiliki kecenderungan menurun dengan perlakuan
pupuk. Perlakuan pupuk memberikan pengaruh yang sama pada kecernaan in
vitro sorgum sedangkan konsentrasi amonia meningkat sejalan dengan kandungan
protein sorgum. Perlakuan pupuk tidak berpengaruh terhadap estimasi produksi
metan relatif. Perlakuan penambahan pupuk kandang, FMA, dan ME serta
perlakuan yang diperkaya asam humat mampu memperbaiki kesuburan fisik dan
kimia tanah. Perlakuan pupuk NPK 100% menghasilkan pertumbuhan,
produktivitas, kandungan nutrien, karakteristik fermentasi yang paling tinggi,
namun perlakuan pupuk kandang, FMA, ME dan asam humat memiliki potensi
keberlanjutan produksi dan kualitas sorgum yang lebih baik. Produksi metan
relatif tidak dipengaruhi oleh perlakuan pupuk.
Collections
- MT - Animal Science [1294]
