dc.description.abstract | Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh keadaan lingkungan (kebun, halaman dan lapangan), ketinggian (0 m, 0.5 m, 1 m dan 2 m di atas tanah) dan warna (hitam, merah, hijau dan kuning) terhadap aktivitas harian peletakan telur Ae. albopictus serta aktivitas peletakan telurnya tiap dua jam selama periode 24 jam. Percobaan dilakukan dengan menggunakan gelas plastik bekas tempat sabun Naso cream detergent yang bagian luarnya dicat dengan warna-warna yang dipelajari sebagai perangkap telur dan kain katun berwarna sebagai tempat peletakan telurnya, di wilayah R.T. 0011, R.W. 04, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta S latan, mulai tanggal 22 Nopember 1978 sampai dengan 18 Januari 1979. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Ae. albopictus (1) pada perbedaan lingkungan tempat peletakan telur, lingkungan kebun dan halaman lebih banyak menghasilkan perangkap yang mengandung telur (17.89 dan 17.50 persen) daripada di lingkungan lapangan (6.25 persen); (2) pada ketinggian tempat peletakan telur yang berbeda, ternyata di lingkungan kebun dan lingkungan halaman, tinggian 0 - 0.5 m lebih banyak menghasilkan keperangkap mengandung telur (21.35 dan 20.16 persen) daripada ketinggian 1 2 m (14.53 dan 14.48 persen), sedangkan di lingkungan lapangan hal ini tidak berbeda nyata (6.88 dan 5.00 persen); (3) pada perbedaan warna tempat peletakan telur, ternyata perangkap warna hitam yang terbanyak menghasilkan perangkap mengandung telur (27.81 persen), sesudah itu warna merah (14.17 persen) dan kemudian warna hijau atau kuning (6.35 dan 7.19 persen); (4) tidak ada asosiasi ketinggian dan warna dalam pemilihan tempat peletakan telur; (5) waktu peletakan telur dapat terjadi siang atau malam hari dan ada waktu- waktu tertentu untuk peletakan telur tertinggi (antara pukul 18.00 20.00) dan terendah (antara pukul 4.00 - 6.00). | id |