Show simple item record

dc.contributor.advisorSumardjo
dc.contributor.advisorMuljono, Pudji
dc.contributor.advisorHasim
dc.contributor.authorMuhyiddin, Yusuf
dc.date.accessioned2023-05-11T07:42:35Z
dc.date.available2023-05-11T07:42:35Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117510
dc.description.abstractLimbah hasil kegiatan rumah tangga maupun industri umumnya langsung dibuang ke badan air sungai tanpa mengalami proses pengolahan terlebih dahulu. Akibatnya terjadi penurunan kualitas air baik dari aspek kimia, fisika maupun biologi.Disisi lain tingkat kebutuhan air terutama air bersih untuk air minum di Bogor terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Kondisi tersebut di atas memperlihatkan bahwa kualitas air bakusungai untuk air bersih telah menurun dan membutuhkan pengendalian yang tepat, tidak hanya oleh lembaga pengelola sumber daya airtetapi juga dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pengendalian kualitas sumberdaya air, khususnya air sungaimemerlukan kesadaran dan kemauan yang kuat dari pemerintah, lembaga, badan usaha/industri dan masyarakat agar pemanfaatan sumber air sungaidilakukandengan baikdan berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Hal yang kurang dilakukan adalah memberikan pengertian melalui peran pendidikan lingkungan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Hal ini mendorong perlunya kajian tentang Pengendalian Kualitas Sumber Daya Air Sungai Berbasis Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat di Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari jawaban tentang masalah, bagaimana menyusun desain model strategi pengembangan pengendalian kualitas sumber daya air sungai yang tepat berbasis pendidikan dan partisipasi masyarakat serta keberlanjutannya di Bogor. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor yang teridentifikasi mengalami pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan. Lokasi penelitian di Kabupaten Bogor adalah wilayah sekitar sungai Cileungsi di Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Gunung Putri, sedangkan penelitian di Kota Bogor dilaksanakan di sekitar sungai Cisadane di Kecamatan Bogor Timur dan Kecamatan Bogor Selatan. Penelitian dilakukan selama 9 bulan mulai Januari 2012 sampai dengan September 2012. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari survei lapangan untuk pengukuran kualitas air dan jawaban kuesioner dari responden. Data primer kualitas air adalah parameter suhu, debit, pH, Total Dissolve Solid (TDS), Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), total fosfat, total nitrogen, dan logam berat (Pb, Cd, Hg). Data primer bersumber dari responden berdasarkan hasil wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Responden meliputi: masyarakat/tokoh masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan, aparat pemerintah daerah dan DPRD, pengusaha/pelaku industri dan LSM. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 109 orang, 55 orang responden berdomisili di Kota Bogor dan 54 responden tinggal di Kabupaten Bogor. ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleModel Pengendalian Kualitas Sumberdaya Air Sungai Berbasis Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat di Bogorid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordpengendalian kualitas sumberdaya air sungaiid
dc.subject.keywordpencemaran airid
dc.subject.keywordperan pendidikan dan hukumid
dc.subject.keywordpartisipasi masyarakatid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record