Show simple item record

dc.contributor.advisorMuljono, Pudji
dc.contributor.advisorSugihen, Basita Ginting
dc.contributor.advisorSusanto, Djoko
dc.contributor.authorZainal S., Muh.
dc.date.accessioned2023-05-08T03:10:32Z
dc.date.available2023-05-08T03:10:32Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117302
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) telah ada selama ribuan tahun yang lalu dan masih menjadi masalah utama kesehatan global. Hal ini menyebabkan kesakitan bagi sekitar 10 juta orang setiap tahun dan merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian di seluruh dunia. Selama 5 tahun terakhir telah menjadi penyebab utama kematian dengan peringkat di atas HIV/AIDS. Penanggulangan TB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, perlu dukungan dan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi masyarakat. Program community TB care diinisiasi Aisyiyah salah satu wadah kegiatan pembangunan di bidang kesehatan, berperan penting untuk berpartisipasi dibidang kesehatan khususnya mengatasi TB. Adapun tujuan program community TB care Aisyiyah adalah meningkatnya kepatuhan pengobatan dan kesembuhan TB yang berujung pada kemandirian individu dan masyarakat menanggulangi TB. Rumusan masalah penelitian ini: (1) Bagaimana kepatuhan pengobatan penderita TB program community TB care Aisyiyah. (2) Bagaimana komunikasi kesehatan yang terjadi pada program community TB care Aisyiyah. (3) Faktorfaktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah. (4) Bagaimana model meningkatkan kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah. (5) Bagaimana implementasi kegiatan advokasi, komunikasi, mobilisasi sosial dan rehabilitasi program community TB care Aisyiyah. Sedangakn tujuan penelitian ini adalah: (1) Analisis kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah. (2) Analisis komunikasi kesehatan yang terjadi pada program community TB care Aisyiyah. (3) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah. (4) Rumusan model meningkatkan kepatuhan pengobatan penderita TB program community TB care Aisyiyah. (5) Deskripsi kegiatan advokasi, komunikasi, mobilisasi sosial program community TB care Aisyiyah. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar meliputi: Kecamatan Panakukang, Makassar, Rapoocini dan Tallo pada Bulan Februari sampai Mei 2018. Sampel penelitian adalah penderita TB dalam proses pengobatan yang terdaftar pada program community TB care Aisyiyah Kota Makassar berjumlah 128. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengamatan dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis statistik dan kualitatif. Analisis statistik meliputi: deskriptif dan structural equation modeling (SEM) menggunakan bantuan software Smart Partial Least Squares (Smart PLS 2.0). Analisis kualitatif bersifat deskriptif untuk menjelaskan kegiatan advokasi, komunikasi, mobilisasi sosial, dan keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah direfleksikan oleh frekuensi minum obat, kesesuaian dosis dan jadwal pemeriksaan di Kota Makassar tergolong tinggi. Artinya sebagian besar penderita patuh menjalani proses pengobatan. Komunikasi kesehatan program community TB care Aisyiyah yang meliputi: daya tarik pesan kader, komunikasi kader dengan penderita TB, sesama penderita TB lainnya, dan frekuensi komunikasi massa penderita TB termasuk kategori rendah. Faktor penentu yang berpengaruh secara nyata terhadap kepatuhan pengobatan penderita TB adalah persepsi mengenai TB melalui indikator hambatan yang dirasakan dan efikasi diri. Sedangkan faktor karakteristik individu penderita TB, komunikasi kesehatan, peran kader dan dukungan lingkungan sosial ekonomi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kepatuhan pengobatan penderita TB. Model peningkatan kepatuhan pengobatan penderita TB pada program community TB care Aisyiyah Kota Makassar untuk: peningkatan kemampuan komunikasi dan peran kader dalam mengurangi hambatan pengobatan penderita TB, dan penguatan efikasi diri penderita TB melalui peningkatan komunikasi dan peran kader TB. Aspek promotif program melalui kegiatan advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial. Advokasi sebagai upaya meminta komitmen dan dukungan kebijakan pemerintah Kota Makassar (eksekutif, legislatif) untuk penanggulangan TB dan maksimalisasi pembentukan komunitas masyarakat yang peduli TB. Upaya tersebut dilakukan melalui memperkuat dan mempererat kerjasama dengan elemen masyarakat termasuk internal pengurus Muhammadiyah dan media lokal. Keseluruhan kegiatan advokasi adalah sebuah upaya menghadirkan penanggulangan TB yang berkelanjutan. Pengurus program telah melakukan berbagai program komunikasi. Program komunikasi yang dilakukan disesuaikan dengan target kelompok sasarannya. Kegiatan mobilisasi sosial yang telah dilakukan pengurus program bertujuan meningkatkan partisipasi dan kerjasama berbagai organisasi termasuk masyarakat umum untuk menciptakan kesadaran dan mendukung penanggulangan atau eliminasi TB. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan utamanya dalam rangka memperingati hari TB dunia. Pengurus program community TB care Aisyiyah Sulawesi Selatan sebagai Sub Recipient (SR) agar melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Community TB care Aisyiyah Kota Makassar sebagai Sub Sub Recipient (SSR) khususnya kegiatan pengobatan. Pengurus program community TB care Aisyiyah Kota Makassar sebagai Sub Sub Recipient (SSR) perlu meningkatan kompetensi kader agar perannya sebagai “ujung tombak” di lapangan dapat lebih berpengaruh nyata kepada kepatuhan pengobatan penderita TB. Pengurus program juga agar menjalin kerjasama yang berkesinambungan dengan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan dalam rangka penanggulangan TB baik yang bersifat kuratif maupun promotif. Bagi Pemerintah Kota Makassar khususnya Dinas Kesehatan dan pihak Legislatif agar secara maksimal memberikan dukungan kebijakan penanggulangan atau eliminasi TB yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan baik yang bersifat pengobatan maupun promotif. Pemerintah Kota Makassar juga agar lebih mendukung dan memperkuat peran kader melalui alokasi anggaran serta peningkatkan kemampuan kader melalui pelatihanpelatihan khususnya kemampuan komunikasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcKomunikasiid
dc.subject.ddcKomunikasi pembangunanid
dc.titleKomunikasi Pembangunan Kesehatan Program "Community TB Care Aisyiyah" Dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Penderita Tuberculosis Di Kota Makassarid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordaisyiyahid
dc.subject.keywordcommunity TB careid
dc.subject.keywordcomplianceid
dc.subject.keywordhealth communicationid
dc.subject.keywordself-efficacyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record