Analisis pengambilan keputusan dan perilaku fertilitas, kasus lima desa di kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang

Date
1987Author
Benu, August S.
Slamet, R. Margono
S.M.P. Tjondronegoro
Suyono, Haryono
Asngari, Pang S.
A. A. Mattjik
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya mendekati "Keseimbangan Baru" dalam transisi demografi Indonesia, mensyaratkan penggunaan ancangan kebijakan angka kelahiran. Pengendalian angka kelahiran melalui program keluarga berencana bertujuan untuk membudidayakan norma keluarga kecil. Pembudidayaan norma tersebut berkaitan erat dengan perubahan dan pembentukan perilaku fertilitas.
Perubahan dan pembentukan perilaku fertilitas Pasang-an Usia Subur (PUS) dapat menimbulkan permasalahan (1) Sejauhmana internalisasi norma keluarga kecil mengalami bentura dengan norma sosial budaya; (2) Bagaimanakah memper-siapkan struktur dan jaringan komunikasi keluarga berencana yang baik? dan (3) Bagaimanakah pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung unsur ciri pribadi, unsur ciri keluarga dan unsur ciri masyarakat sebagai kekuatan perubahan atau sebagai kekuatan resistensi terhadap perubahan dan pembentukan perilaku fertilitas dalam setiap model pengambilan keputusan ?
Perilaku fertilitas terbentuk sepanjang hidup dan dipengaruhi oleh faktor "Natural Effect" dan faktor "Replacement Effect" (Taylor et al., 1976) dan sangat mempengaruhi fluk-tuasi tingkat fertilitas (Click and Sweet, 1975). Pengendalian pengaruh faktor "Natural Effect" dan faktor "Replacement Effect" terhadap tingkat fertilitas, merupakan mekanisme pengambilan keputusan yang terdiri dari: (1) Pengambilan keputusan fertilitas tahap prakonsepsi; (2) Pengambilan keputusan fertilitas tahap hamil, dan (3) Pengambilan keputusan fertilitas tahap postnatal.
Penelitian terhadap pengambilan keputusan dan perila-ku fertilitas dilakukan berdasarkan metode survai dengan teknik survai intensitas-partisipatif dan survai daftar pertanyaan. Penarikan contoh dilakukan dengan metode "Two Stages Cluster Random Sampling". Contoh berstatus prakonsepsi ditarik sebesar 20 persen terhadap sub populasinya, contoh berstatus postnatal ditarik sebesar 20 persen terhadap sub populasinya, dan terhadap sub populasi berstatus hamil dilakukan cacah lengkap. Keterandalan instrumen pengukuran ditunjukkan oleh Koefisien Keterandalan Spearman-Brown > 0,52. Indeks diskriminasi item sebesar 0,50-0,65 dan indeks kesukaran item > 0,50. Analisis data dilakukan dengan penggunaan Rerata Skala Likert (1-3), Sosiometri de-ngan Program NEGOPY dan Sidik Lintas (Path Analysis). ...
Collections
- DT - Human Ecology [641]

