Show simple item record

dc.contributor.advisorMuladno, Muladno
dc.contributor.advisorGunawan, Asep
dc.contributor.authorAbidin, Zainal
dc.date.accessioned2023-04-11T23:39:54Z
dc.date.available2023-04-11T23:39:54Z
dc.date.issued2023-04-10
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117091
dc.description.abstractUsaha pembiakan (cow calf operation) sangat penting untuk keberlanjutan usaha peternakan sapi potong, karena ketersediaan bakalan untuk penggemukan dan indukan merupakan input utama pada proses produksi sapi potong. Di Indonesia usaha pembiakan sapi potong umumnya dikelola oleh peternakan rakyat dengan skala kecil dengan motif hanya sebagai usaha sampingan dan minim input teknologi. Salah satu upaya untuk memberdayakan peternakan rakyat dalam pengembangan sapi potong dapat dilakukan dengan usaha kolektif melalui Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). SPR bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola usaha peternakan dari berbagai aspek, baik aspek teknis, maupun non teknis. SPR ini telah diadopsi dan dikembangkan di beberapa daerah peternakan Indonesia salah satunya di SL-SPR Sungai Lilin. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kinerja produksi dan reproduksi sapi bali dan mengevaluasi pengaruh faktor-faktor non genetik terhadap performa reproduksi sapi bali yang berada di SL-SPR Sungai Lilin. Penelitian menggunakan metode observasi melalui pengukuran, pengamatan langsung, dan wawancara dengan responden yang dibantu dengan borang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sapi bali yang dipelihara secara semi intensif pada peternakan rakyat yang tergabung dalam SL-SPR Sungai Lilin. Pengumpulan data performa produksi melibatkan 12 ekor sapi bali yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu; indukan, pejantan dan pedet. Pengumpulan data performa reproduksi sapi induk menggunakan 150 ekor indukan dan 372 ekor pedet. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif varians mixed model menggunakan software SAS 9.2. Performa produksi pada sapi bali untuk pertambahan bobot badan harian induk sebesar 0,50±0,14 kg.hari-1 . Pertambahan bobot badan harian pejantan 0,39±0,14 kg.hari-1 dan pertambahan bobot badan harian pedet 0,71±0,58 kg.hari1 . untuk jumlah konsumsi pakan induk sebanyak 25,58±3,07 kg.hari-1 . Jumlah konsumsi pakan pejantan sebanyak 17,43±4,50 kg.hari-1 dan jumlah konsumsi pakan pedet sebanyak 8,80±4,05 kg.hari-1 . Sedangkan untuk feses pada induk didapatkan sebanyak 13,01±0,93 kg.hari-1 . Feses pada pejantan sebanyak 13,10±0,80 kg.hari-1 dan feses pada pedet sebanyak 7,07±0,97 kg.hari-1 . Performa reproduksi induk sapi bali untuk age first calving (AFC) 971.09±246,47 hari. Rata-rata nilai calving interval (CI) 381,90±72,33 hari, sedangkan rata-rata nilai days open (DO) 111,90±72,33 hari. Namun nilai AFC, CI dan DO, tidak memiliki perbedaan yang signifikan (P>0.05) berdasarkan perbedaan musim, sex, tahun lahir, dan interaksi antara tahun lahir, musim dan paritas. Performa reproduksi indukan sapi Bali di SL-SPR Sungai Lilin termasuk ke dalam kategori ideal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Performa Produksi dan Reproduksi Sapi Bali di Stasiun Lapang Sekolah Peternakan Rakyat Sungai Lilinid
dc.title.alternativeEvaluation of Production and Reproduction Performance of Bali Cattle at Field Station of School For Smallholder Community in Sungai Lilinid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbali cattleid
dc.subject.keywordproductionid
dc.subject.keywordreproductionid
dc.subject.keywordSL-SPRid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record