View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Efektivitas model edukadi gizi dan aktivitas fisik untuk perbaikan status gizi pada remaja gizi lebih

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (6.349Mb)
      Cover (4.452Mb)
      Lampiran (4.609Mb)
      Date
      2023-01
      Author
      Iriyani K
      Anwar, Faisal
      Kustiyah, Lilik
      Riyadi, Hadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Gizi lebih (overweight dan obese) pada remaja merupakan masalah kesehatan global yang serius di dunia dan prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun, termasuk di Indonesia dan khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model edukasi gizi dan aktivitas fisik untuk perbaikan status gizi pada remaja gizi lebih. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama merupakan studi survei dengan desain penelitian cross sectional dan tahap kedua adalah studi intervensi dengan desain penelitian quasi experiment pre-post intervention. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri Kota Samarinda Kalimantan Timur pada bulan Juni 2020 sampai Februari 2021. Subjek dalam penelitian ini ada remaja gizi lebih dengan kriteria inklusi yaitu: siswa SMP kelas 7 dan 8, kelebihan berat badan z-score IMT/U >+1SD, bersedia mengikuti intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik sesuai jadwal yang telah ditentukan, serta persetujuan dari kepala sekolah, orangtua dan siswa untuk terlibat dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi adalah siswa yang sedang mengkonsumsi obat penurun berat badan atau mengikuti program penurunan berat badan, berpartisipasi dalam penelitian serupa, dan menderita cacat bawaan yang menyebabkan bias dalam pengukuran antropometri. Besar sampel untuk penelitian survei sebanyak 290 orang dan untuk penelitian intervensi adalah 76 orang untuk 4 kelompok intervensi, sehingga masing-masing kelompok berjumlah 19 orang. Kelompok intervensi meliputi edukasi gizi (EG), aktivitas fisik (AF), edukasi gizi dan aktivitas fisik (EG+AF), dan kelompok kontrol. Pengalokasian subjek dalam kelompok intervensi adalah berdasarkan acak sederhana terhadap masingmasing sekolah sehingga subjek dalam sekolah yang sama mendapat perlakuan yang sama pula. Intervensi EG dilakukan selama 12 minggu dengan menggunakan media modul dan template isi piringku selama 45 menit (seminggu sekali), dengan kombinasi ceramah interaktif, tanya jawab, dan pre-post test, yang dilakukan setiap hari Senin pukul 10 pagi. Intervensi AF dilakukan selama 12 minggu dengan senam kesegaran jasmani yaitu SKJ, poco-poco, sajojo, maumere, dan tobelo, selama 30 menit (5 kali per minggu) setiap hari Senin sampai Jumat, pukul 7 pagi dan beberapa rangkaian tes kebugaran jasmani (TKJI) dilakukan 1 kali dalam seminggu. Sedangkan intervensi dengan kombinasi EG+AF dilakukan sama seperti yang disebutkan sebelumnya, namun untuk pelaksanaan EG dilakukan setelah dilakukan AF yaitu senam hari Jumat jam 10, dan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi apapun. Berdasarkan studi survei, prevalensi remaja yang menjadi subjek penelitian yang mengalami overweight dan obese masing-masing adalah 25,9% dan 18,3%. Kebiasaan remaja yang menyebabkan overweight dan obese adalah kebiasaan tidak sarapan pagi, kebiasaan jajan, mengkonsumsi fast food dan soft drink, tidak melakukan aktivitas olahraga, sering menonton TV/film, bermain game/dll yang lebih dari 2 jam, kurang mengkonsumsi sayur dan buah 3-4 porsi setiap hari, mengkonsumsi makanan yang bersumber dari lemak, dan tidak memperhatikan porsi makan sesuai kebutuhannya, serta perilaku gizi terutama praktik gizi masih kurang (87,9%). Hasil uji regresi logistik dengan p<0,25 menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi gizi lebih pada remaja adalah jenis kelamin (OR=2,168, 95% CI=1,260-3,730), pekerjaan ibu (OR=1,782, 95% CI=1,009-3,150), pendidikan ibu (OR=0,409, 95% CI=0,225-0,742), status gizi ibu (OR=1,700, 95% CI=0,946-3,055), kebiasaan makan (OR=0,520, 95% CI=0,259-1,041), kebiasaan olahraga (OR=1,916, 95% CI=1,070-3,432), TKP (OR=0,320, 95% CI=0,177- 0,580), dan TKL (OR=0,447, 95% CI=2,238-0,839). Hasil penelitian dengan studi intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik terhadap perilaku gizi (pengetahuan, sikap dan praktik) menunjukkan bahwa pada kelompok EG, kelompok AF, dan kelompok EG+AF berbeda secara signifikan setelah intervensi (p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi tidak berbeda signifikan (p>0,05). Intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pada semua kelompok (p<0,05), namun yang lebih besar peningkatannya pada kelompok yang diberikan intervensi dengan kombinasi EG+AF. Intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik pada tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat menunjukkan bahwa kelompok EG tidak berbeda signifikan pada TKE, TKP, TKL dan TKKH (p=0,158; p=0,954; p=0,841; p=0,969) setelah intervensi. Kelompok AF menunjukkan perbedaan TKE yang signifikan (p=0,006), namun TKP, TKL dan TKKH setelah intervensi tidak signifikan (p=0,968; p=0,076; p=0,573). Kelompok EG+AF menunjukkan perbedaan TKE, TKP, dan TKL yang signifikan (p=0,049; p=0,027; p=0,000), tetapi pada TKKH tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah intervensi (p=0,191). Kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi menunjukkan perbedaan TKE, TKP, dan TKL yang signifikan (p=0,000; p=0,008; p=0,001), tetapi TKKH tidak menunjukkan perbedaan setelah intervensi (p=0,277). Intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik dapat mengurangi atau meningkatkan TKE dan TKL pada semua kelompok, namun pengaruhnya yang lebih besar hanya pada kelompok intervensi dengan EG+AF dibandingkan dengan kelompok lainnya. Intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik terhadap BB, IMT/U, LP, dan PLT menunjukkan bahwa pada kelompok EG berbeda secara signifikan setelah intervensi (p=0,000; p=0,000; p=0,000; p=0,017). Kelompok AF menunjukkan perbedaan signifikan pada BB, LP, dan PLT (p=0,000; p=0,000; p=0,000), hanya IMT/U yang tidak menunjukkan perbedaan setelah intervensi (p=0,053). Kelompok EG+AF menunjukkan perbedaan signifikan pada BB, IMT/U, LP, dan PLT setelah intervensi (p=0,000; p=0,048; p=0,000; p=0,000). Semua kelompok mengalami penurunan BB, IMT/U, LP, dan PLT, namun penurunannya yang lebih besar pada kelompok yang diberikan intervensi dengan kombinasi EG+AF dibandingkan dengan kelompok lainnya. Intervensi edukasi gizi dan/atau aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran fisik menunjukkan bahwa kedua kelompok intervensi tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Namun pada masing-masing kelompok menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) yaitu kelompok AF (p=0,000) dan kelompok EG+AF (p=0,000). Intervensi dengan kombinasi EG+AF yang dilakukan secara teratur dan terstruktur selama 12 minggu efektif memperbaiki perilaku gizi, status gizi, dan kebugaran fisik pada remaja gizi lebih.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116214
      Collections
      • DT - Human Ecology [616]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository