Aktivitas Antibakteri Whey Susu Kambing Hasil Hidrolisis Enzimatis
Date
2022-08Author
Rahmadhina, Sitta Fitri
Arief, Irma Isnafia
Budiman, Cahyo
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan bahan tambahan pangan berupa bahan kimia untuk mencegah dan
menghambat pertumbuhan mikoorganisme dan memperpanjang umur simpan
memiliki dampak lain terhadap keamanan penggunaanya terutama munculnya
resistensi mikroorganisme terhadap antimikroba sintetik. Hal ini mendorong
pengembangan antimikroba yang berasal dari bahan alami salah satunya yang
berasal dari bahan pangan hewani yaitu susu. Komponen bioaktif protein susu tidak
selalu ada dalam keadaan alamiahnya diantaranya dapat berupa prekursor atau
peptida yang hanya akan aktif apabila telah dihidrolisis secara in vitro dari protein
alamiahnya. Hidrolisis terhadap protein susu dapat dilakukan menggunakan enzimenzim
proteolitik dari berbagai sumber, diantaranya adalah enzim yang berasal dari
Bacillus lincheniformis.
Penelitian ini menggunakan konsentrasi enzim Bacillus lincheniformis yang
berbeda (0,5%, 1% dan 1,5%) untuk menghasilkan hirdolisat yang memiliki
aktivitas antibakteri dilihat dari nilai kadar protein, profil SDS PAGE dan besarnya
zona hambat (metode cakram). Proses hidrolisis menghasilkan kadar protein
sebesar 0,027-0,049 mg/mL dengan aktivitas antibakteri sebesar 8,8 mm untuk
Escherichia coli pada whey yang dihidrolisis dengan enzim taraf 1,5 %dan 8,7mm
untuk Staphylococcus aureus pada whey yang dihidrolisis dengan enzim taraf 1 %.
Hasil dari hidrolisis juga menghasilkan peptida dengan berat molekul < 5 kDa. Food additives had been used to prevent and inhibit the growth of
microorganisms and extend shelf life of food. Based on the safety of their used, it
has an impact such as microorganism resistance to synthetic antimicrobials. This
encourages the development of antimicrobials derived from natural ingredients,
especially from milk. The bioactive components of milk protein have not always
existed in their natural state, including precursors or peptidas that will only be active
if they have been hydrolyzed in vitro from their natural proteins. Hydrolysis of milk
protein can be carried out using proteolytic enzymes from various sources,
including enzymes from Bacillus lincheniformis.
This study used in different concentrations of the enzyme Bacillus
lincheniformis (0.5%, 1% and 1.5%) to produce hydrolyzate which has antibacterial
activity in terms of protein content, SDS PAGE profile and the size of the inhibition
zone (disc method). The hydrolysis process resulted in a protein content of 0.027-
0.049 mg/mL with an antibacterial activity of 8.8mm in Escherichia coli in whey
hydrolyzed with enzyme level 1.5% and 8.7 mm for Staphylococcus aureus in whey
hydrolyzed with enzyme level 1 %. The result of hydrolysis also produces protein
with a molecular weight of < 5 kDa.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2331]