Show simple item record

dc.contributor.authorPerangin-Angin, Fini Anjela
dc.date.accessioned2021-04-27T04:48:34Z
dc.date.available2021-04-27T04:48:34Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106673
dc.description.abstractErupsi Gunung Sinabung sepuluh tahun silam menciptakan perubahan yang besar bagi rumah tangga petani disekitar kaki Gunung Sinabung yang mana saat ini disebut sebagai rumah tangga internally displaced persons (IDPs). Perubahan fisik dengan tinggal di Huntap Keci-keci menyebabkan perlu dilakukannya strategi nafkah sebagai upaya bertahan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi perubahan modal nafkah, strategi nafkah, dan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah erupsi Gunung Sinabung. Survey dilakukan terhadap 30 rumah tangga IDPs, wawancara terhadap informan, dan studi literatur. Data kuantitaif diolah dengan Chi-square, uji T, dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara modal nafkah, strategi nafkah, dan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah erupsi. Karakteristik umur memiliki korelasi hubungan dengan modal nafkah. Modal nafkah yang memiliki hubungan dengan strategi nafkah adalah modal alam dan modal manusia. Modal nafkah yang dimiliki rumah tangga IDPs tidak mengalami perubahan nilai yang cukup besar namun mengalami perubahan bentuk modal dari modal finansial ke modal alam atau ke modal fisik. Beberapa rumah tangga IDPs menjual emas untuk membeli lahan pertanian atau alat produski pertanian. Kata kunci: kondisi ekonomi, modal nafkah, rumah tangga IDPs, strategi nafkahid
dc.description.abstractThe eruption of Mount Sinabung ten years ago created a big change for farmer households around the foot of Mount Sinabung which are currently referred to as households of internally displaced persons (IDPs). Physical changes by living in the small shelter area make it necessary to implement a livelihood strategy as an effort to survive. The purpose of this study was to analyze changes in living capital, livelihood strategies, and economic conditions before and after the eruption of Mount Sinabung. The survey was conducted on 30 IDPs households, interviews with informants, and literature studies. Quantitative data were processed using Chi-square, T test, and Rank Spearman. The results showed that there was no significant difference between income capital, income strategy, and economic conditions before and after the eruption. Age characteristics have a correlation with income capital. Living capital that has a relationship with the livelihood strategy is natural capital and human capital. The income capital owned by IDPs households did not experience a significant change in value but did experience a change in the form of capital from financial capital to natural capital or to physical capital. Some IDPs households sell gold to buy agricultural land or agricultural production tools.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Nafkah Rumah Tangga Internally Displaced Persons (IDPs) Pasca Erupsi Gunung Sinabung (Kasus: Huntap Keci-Keci, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordeconomy conditionid
dc.subject.keywordIDPsid
dc.subject.keywordlivelihood strategyid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record