Analisis Neraca Air Dinamis pada Sistem Irigasi Tertutup yang Dikendalikan oleh Evapotranspirasi di Rumah Tanaman
View/Open
Date
2020Author
Dewi, Vita Ayu Kusuma
Setiawan, Budi Indra
Waspodo, Roh Santoso Budi
Liyantono
Metadata
Show full item recordAbstract
Iklim adalah salah satu faktor yang memiliki dampak langsung pada kualitas
dan produktivitas tanaman. Rumah tanaman adalah salah satu solusi untuk
mempertahankan faktor iklim sesuai dengan kebutuhan tumbuh tanaman.
Konsumsi air di rumah tanaman lebih kecil daripada di lahan terbuka, hal ini
dikarenakan rumah tanaman memiliki iklim mikro. Selain itu, pemberian air di
rumah tanaman merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan
produktivitas. Sistem irigasi konvensional yang tidak efisien, membuat irigasi
pintar atau otomatis dikembangkan. Namun, sistem ini mahal dan komponen irigasi
tidak selalu tersedia untuk petani kecil. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan teknologi irigasi otomatis yang dapat diaplikasikan oleh seluruh
lapisan masyarakat dan menentukan neraca air.
Penelitian ini dilaksanakan di rumah tanaman dengan ventilasi alami yang
terletak di departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 5
Februari – 21 Maret 2018 dan Tahap kedua dilaksanakan pada 19 Maret – 29 April
2019. Jenis tanaman yang dibudidayakan adalah sayuran Kailan (Brassica oleracea
var. alboglabra) dengan budidaya organik. Pengambilan data parameter iklim
menggunakan sensor. Data radiasi matahari diukur menggunakan sensor Decagon
PYR Pyranometer. Data suhu lingkungan, kelembaban udara dan tekanan udara
diperoleh menggunakan sensor Decagon VP-4 (temperature, humidity and pressure
sensor). Data parameter iklim yang diperoleh merupakan data di luar dan di dalam
rumah tanaman. Data kadar air tanah diperoleh dengan menggunakan sensor
Decagon 5-TE. Interval data setiap 15 menit selama tiga kali masa tanam.
Iklim mikro di rumah tanaman di analisis menggunakan metode regresi linier
dan perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode Hargreaves. Berdasarkan
pengamatan, rumah tanaman memiliki iklim mikro yang berbeda dengan di luar.
Hal ini mempengaruhi proses evapotranspirasi. Evapotranspirasi di rumah tanaman
sangat rendah dibandingkan dengan di luar. Radiasi matahari adalah faktor iklim
utama yang mempengaruhi evapotranspirasi.
Suhu udara di rumah tanaman relatif lebih tinggi daripada di luar rumah
tanaman karena pengaruh efek rumah kaca. Hal ini perlu untuk dikurangi. Suhu
udara di dalam rumah tanaman dapat diprediksi menggunakan model keseimbangan
energi. Berdasarkan analisis pemodelan suhu udara di rumah tanaman, konstanta
perpindahan panas dari komponen rumah tanaman adalah 0.0027 (radiasi matahari),
0.8 (air) dan 0.01 (pertukaran panas dari komponen rumah tanaman). Besaran suhu
udara di dalam rumah tanaman dapat diprediksi menggunakan data suhu udara di
luar rumah tanaman. Keakuratan model untuk memprediksi suhu di dalam rumah
tanaman sangat baik dengan nilai koefisien determinasi (R2) 0.98, RMSE 0.0051
dan efisiensi model (Ef) 0.99.
Pengembangan sistem irigasi terkontrol telah banyak dilakukan namun belum
semuanya dapat diterapkan oleh petani. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem
irigasi terkontrol yang dikendalikan oleh evapotranspirasi. Desain irigasi otomatis
ini menggunakan prinsip kapilaritas dan berjana berhubungan. Berdasarkan
pengamatan, sistem irigasi berkinerja baik dan dapat mempertahankan kadar air
tanah dalam kondisi air yang tersedia. Pada sistem irigasi di rumah tanaman yang
dirancang memiliki neraca air yang berbeda dengan sistem irigasi di luar rumah
tanaman. Parameter input berupa air irigasi dan empat aspek lainnya
(evapotranspirasi, perubahan kadar air tanah, penyimpanan air pada tanaman dan
sisa air pada sistem irigasi).