Show simple item record

dc.contributor.advisorSaleh, Amiruddin
dc.contributor.advisorHubeis, Aida Vitayala
dc.contributor.advisorMatindas, Krishnarini
dc.contributor.authorZainal, Anna Gustina
dc.date.accessioned2020-06-09T01:32:15Z
dc.date.available2020-06-09T01:32:15Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103069
dc.description.abstractPerkembangan teknologi dalam era digital sekarang ini secara tidak langsung membawa nilai dan norma baru dalam kehidupan masyarakat, tidak terkecuali pada masyarakat Lampung Pepadun yang menetap di Kabupaten Lampung Utara. Meskipun nilai dan norma telah masuk dan membawa perubahan dalam masyarakat luas, namun nilai budaya Lampung masih tetap dipegang oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh tersebut bisa dilihat dari berbagai segi kehidupan, termasuk dalam tata cara apabila ada di antara mereka yang akan menapaki kehidupan baru/perkawinan. Masyarakat membutuhkan sarana untuk mengakses informasi, ketersediaan media komunikasi dapat membantu mendiseminasikan informasi. Media komunikasi adalah suatu alat yang mempermudah dalam menyampaikan informasi dari seseorang kepada orang lain. Media komunikasi sering juga disebut sebagai saluran komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis karakteristik responden dan media komunikasi yang digunakan perempuan (bentuk pesan, mutu pesan dan akses terhadap media mengenai perkawinan adat Pepadun di era digital; (2) Menganalisis perilaku komunikasi perempuan dan hubungannya dengan karakteristik responden dan media komunikasi yang digunakan perempuan mengenai perkawinan adat Pepadun di era digital; (3) Menganalisis pola komunikasi perempuan dan hubungannya dengan media komunikasi yang digunakan perempuan dan perilaku komunikasi perempuan mengenai perkawinan adat Pepadun di era digital; (4) Menyusun strategi komunikasi perempuan mengenai perkawinan adat Pepadun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dikuatkan dengan kualitatif dengan sampel yang berjumlah 126 orang. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner yang sebelumnya diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas kuesioner dengan koefisien korelasi product moment Pearson pada 30 responden ujicoba menunjukkan bahwa parameter yang digunakan tergolong valid, dan hasil uji reliabilitas kuesioner menyatakan kategori terandal, dengan nilai koefisien alpha Cronbach‘s berkisar antara 0,667 sampai 0,777. Data utama dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner, dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap responden dan para informan, yaitu: tokoh adat dan tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan: analisis deskriptif, presentil dan rataan skor, untuk mengukur keterhubungan antar peubah menggunakan rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dalam mengkomunikasikan perkawinan adat Pepadun, perempuan dalam wilayah penelitian menyampaikan pesan yang memiliki nilai kebaruan, mudah dipahami dan memiliki daya tarik bagi komunikannya. Pemilihan media komunikasi antarpribadi dan media komunikasi hybrid yang sering digunakan perempuan dalam menyampaikan pesan perkawinan adat Pepadun menggunakan bentuk pesan informatif dan persuasif; (2) adanya perubahan perilaku komunikasi perempuan baik dalam menerima, mencari, menyebarkan dan mempraktikkan perkawinan adat Pepadun. Pemberian akses terhadap informasi, latar belakang pendidikan perempuan dan kemajuan media komunikasi, memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perubahan perilaku komunikasi perempuan dalam meningkatkan perannya dalam mengomunikasikan perkawinan adat Pepadun, termasuk meningkatkan peran perempuan dalam pelaksanaan prosesi perkawinan adat Pepadun; (3) pola komunikasi perempuan mengenai perkawinan adat Pepadun yang terbentuk adalah pola komunikasi linier,pola komunikasi interaksional dan pola komunikasi transaksional. Pola komunikasi linier sering terjadi terutama pada saat perempuan melakukan komunikasi dengan tokoh adat. Sedangkan pola komunikasi interkasional terlihat pada saat perempuan mengkomunikasikan pesan perkawinan adat Pepadun dengan atau kepada partisipan lainnya utamanya pada saat menggunakan media hibrid, pola komunikasi transaksional terlihat pada saat perempuan melakukan komunikasi secara terus menerus sehingga tercapainya kesamaan makna terhadap isi pesan yang disampaikan; (4) faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan perilaku komunikasi perempuan adalah: karakteristik responden, bentuk pesan, mutu pesan dan jenis media komunikasi (5) faktor-faktor yang berhubungan dengan pola komunikasi perempuan adalah media komunikasi antrapribadi, media komunikasi interaksional dan media komunikasi transaksional; (6) strategi komunikasi perempuan mengenai perkawinan adat Pepadun menggunakan metode komunikasi yang tepat melalui pendekatan antarpribadi dan media komunikasi bermediaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcHuman ecologyid
dc.titlePola Komunikasi Perempuan mengenai Perkawinan Adat Pepadun di Era Digitalid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordAdat Pepadunid
dc.subject.keywordmedia komunikasiid
dc.subject.keywordperilaku komunikasiid
dc.subject.keywordpola komunikasiid
dc.subject.keywordstrategi komunikasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record