Show simple item record

dc.contributor.advisorVirianita, Ratri
dc.contributor.authorRahmadhani, Ghania Ahsani
dc.date.accessioned2019-12-03T01:02:37Z
dc.date.available2019-12-03T01:02:37Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100178
dc.description.abstractPermasalahan putus sekolah masih sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pemuda desa lebih memilih bekerja dan tidak melajutkan sekolah. Keputusan tersebut dilakukan karena anggapan bahwa laki-laki sebagai pencari nafkah utama keluarga. Anggapan tersebut memengaruhi keadaan psikologis laki-laki yang disebut konflik peran gender laki-laki. Dengan adanya stereotip gender dan konflik peran gender laki-laki dapat memicu adanya motivasi bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah serta pengaruh tidak langsung di antara keduanya melalui konflik peran gender laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung pendekatan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara stereotip gender laki-laki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah. Pengaruh tidak langsung dimediasi oleh konflik peran gender laki-laki dengan mediasi bersifat parsial.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcCommunity Developmentid
dc.subject.ddcGenderid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Stereotip Gender dan Konflik Peran Gender Laki-laki terhadap Motivasi Kerja Pemuda Desa Putus Sekolahid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkonflik peran genderid
dc.subject.keywordlaki-lakiid
dc.subject.keywordmotivasi kerjaid
dc.subject.keywordpemuda desaid
dc.subject.keywordputus sekolahid
dc.subject.keywordstereotip genderid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record