<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Economics and Development Studies</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 18:51:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-18T18:51:52Z</dc:date>
<item>
<title>Dampak Ketidakpastian Global, Keterbukaan Ekonomi, dan Good Governance terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang Asia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172932</link>
<description>Dampak Ketidakpastian Global, Keterbukaan Ekonomi, dan Good Governance terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang Asia
FATIMAH, PUTRI
Meningkatnya ketidakpastian global yang diiringi guncangan keterbukaan ekonomi berpotensi memengaruhi kinerja perekonomian, dengan good governance berperan dalam meredam dampaknya. Penelitian ini menganalisis pengaruh ketidakpastian global, keterbukaan ekonomi, dan good governance terhadap pertumbuhan ekonomi di 20 negara berkembang Asia periode 2002–2023, serta mengkaji peran good governance sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan mencakup Tipologi Klassen dan regresi data panel FEM dengan dua model, yaitu indeks komposit good governance hasil PCA dan pengujian per indikator. Hasil menunjukkan negara dengan ketidakpastian tinggi, keterbukaan rendah, dan tata kelola lemah cenderung tumbuh lebih lambat. Secara empiris, keterbukaan ekonomi, investasi asing langsung, dan control of corruption berpengaruh positif signifikan, sedangkan ketidakpastian global, pertumbuhan penduduk, pengeluaran pemerintah, dummy krisis keuangan global, dummy COVID-19, interaksi good governance dengan ketidakpastian global, serta government effectiveness berpengaruh negatif signifikan.; Rising global uncertainty, coupled with shocks to economic openness, has the potential to affect economic performance, with good governance playing a role in mitigating these impacts. This study analyzes the effects of global uncertainty, economic openness, and good governance on economic growth in 20 Asian developing countries over the period 2002–2023, and examines the role of good governance as a moderating variable. The methods employed include Klassen’s typology and FEM panel data regression using two models: a composite good governance index derived from PCA and indicator-specific tests. The results indicate that countries with high uncertainty, low openness, and weak governance tend to grow more slowly. Empirically, economic openness, foreign direct investment, and control of corruption have a significant positive effect, while global uncertainty, population growth, government spending, the global financial crisis dummy, the COVID-19 dummy, the interaction between good governance and global uncertainty, and government effectiveness have a significant negative effect.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172932</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Paradox of Sustainability Dalam EUDR: Kompleksitas Ekonomi, Emisi, dan Deforestasi di Like-minded Countries</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172931</link>
<description>Paradox of Sustainability Dalam EUDR: Kompleksitas Ekonomi, Emisi, dan Deforestasi di Like-minded Countries
RAMADHAN, DICKY
Penelitian ini menganalisis dampak European Union Deforestation Regulation&#13;
(EUDR) terhadap Like-minded Countries (LMCs) dalam konteks keberlanjutan&#13;
lingkungan dan mutual benefit perdagangan global. Implementasi EUDR akan&#13;
efektif pada 2026-2027 mewajibkan ekspor ke Uni Eropa berasal dari rantai pasok&#13;
bebas deforestasi. Meski bertujuan mendukung transisi hijau, kebijakan ini&#13;
mencerminkan Paradox of Sustainability karena merugikan negara berkembang&#13;
secara struktural. Penelitian menggunakan metode campuran melalui kualitatif dan&#13;
ekonometrika dalam kerangka Modified Environmental Kuznets Curve dengan&#13;
Economic Complexity Index (ECI). Hasil menunjukkan struktur produksi LMCs&#13;
masih didominasi dirty complexity, sehingga transformasi hijau belum optimal.&#13;
EUDR juga merefleksikan praktik Green Imperialisme yang memperkuat&#13;
ketimpangan ekologis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kolaboratif berbasis&#13;
keadilan ekologis melalui kompensasi, insentif hijau, serta dukungan transformasi&#13;
struktural berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172931</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Dampak Foreign Direct Investment terhadap Penerimaan Devisa Sektor Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172414</link>
<description>Dampak Foreign Direct Investment terhadap Penerimaan Devisa Sektor Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Heikal, Teuku Chaim Mohammad
Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, &#13;
namun efektivitas investasinya dalam memacu pertumbuhan masih menjadi &#13;
masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan hubungan &#13;
simultan antara penerimaan devisa pariwisata, pertumbuhan ekonomi, dan Foreign &#13;
Direct Investment (FDI) selama periode 2000–2023. Dengan menerapkan metode &#13;
Two-Stage Least Squares untuk mengatasi masalah endogenitas, hasil estimasi &#13;
mengonfirmasi adanya hubungan timbal balik yang positif dan signifikan antara &#13;
devisa pariwisata dan PDB riil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jumlah &#13;
wisatawan mancanegara berpengaruh signifikan terhadap devisa, namun FDI sektor &#13;
pariwisata tidak berdampak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi &#13;
investasi pariwisata belum optimal dan masih bergantung pada kekuatan rantai &#13;
pasok domestik. Penelitian ini merekomendasikan strategi kebijakan yang berfokus &#13;
pada penguatan integrasi antarsektor untuk memaksimalkan dampak ekonomi &#13;
pariwisata.; The tourism sector plays a vital role in Indonesia's economy, but the &#13;
effectiveness of investment in spurring growth remains an issue. This study aims to &#13;
analyze the development and simultaneous relationship between tourism foreign &#13;
exchange earnings, economic growth, and Foreign Direct Investment (FDI) from &#13;
2000 to 2023. Applying the Two-Stage Least Squares method to address &#13;
endogeneity, the results confirm a positive and significant bidirectional causality &#13;
between tourism earnings and Real GDP. Specific findings indicate that &#13;
international tourist arrivals significantly affect foreign exchange earnings, &#13;
whereas tourism FDI does not show a significant impact. This suggests that the &#13;
contribution of tourism investment is not yet optimal and relies heavily on domestic &#13;
supply chain strength. The study recommends policy strategies focused on &#13;
strengthening inter-sectoral integration to maximize tourism's economic impact.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172414</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pasar Manufaktur Indonesia ke Negara BRICS: Daya Saing dan Determinan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172373</link>
<description>Pasar Manufaktur Indonesia ke Negara BRICS: Daya Saing dan Determinan
Sinuhaji, Bryan Ananta
Menurunnya kinerja ekspor manufaktur Indonesia di pasar tradisional mendorong pentingnya diversifikasi ke pasar non-tradisional seperti BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Penelitian ini menganalisis daya saing dan faktor-faktor penentu ekspor produk manufaktur Indonesia ke negara-negara BRICS, dengan komoditas ISIC Revisi 3 Divisi 22 selama periode 2004–2021. Metode yang digunakan mencakup pendekatan deskriptif dan kuantitatif, melalui analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), X-Model, serta regresi data panel dengan pendekatan Random Effects Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk manufaktur Indonesia memiliki potensi pada pasar BRICS. Nilai ekspor dipengaruhi secara signifikan oleh PDB negara pengimpor, nilai tukar riil, nilai RCA, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB negara tujuan, serta partisipasi dalam BRICS. Berdasarkan hsail penelitian ini diperlukan penguatan kemitraan dengan BRICS, peningkatan daya saing produk dengan strategi diversifikasi pasar serta spesialisasi produk untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia di pasar BRICS. &#13;
Kata kunci:  BRICS, daya saing, manufaktur, random effect; The declining performance of Indonesia's manufacturing exports in traditional markets highlights the importance of diversifying into non-traditional markets such as BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa). This study analysis the competitiveness and determinants of Indonesia’s manufactured exports to BRICS countries, focusing on commodities classified under ISIC Revision 3 Division 22 during the period 2004–2021. The research employs descriptive and quantitative approaches through Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), the X-Model, and panel data regression using the Random Effects Model (REM). The results indicate that Indonesian manufactured products have strong potential in BRICS markets. Export performance is significantly influenced by the GDP of importing countries, real exchange rates, RCA values, the contribution of the manufacturing sector to the importers' GDP, and participation in BRICS cooperation. Based on the results of this research, it is necessary to strengthening partnerships with BRICS countries, improving product competitiveness through market diversification strategies, and product specialization to enhance Indonesia’s export performance in BRICS markets. &#13;
Keywords: BRICS, competitiveness, manufacture, random effect
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172373</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
