<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Resources and Environmental Economic</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 09:30:20 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-27T09:30:20Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Transisi Energi terhadap Emisi CO2 Indonesia: Pemodelan Autoregressive Distributed Lag dan Sistem Dinamik</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172987</link>
<description>Pengaruh Transisi Energi terhadap Emisi CO2 Indonesia: Pemodelan Autoregressive Distributed Lag dan Sistem Dinamik
Wanasurya, Deasy Febriyanti
Indonesia merupakan salah satu negara utama penghasil emisi gas rumah kaca di dunia dengan didominasi oleh emisi CO2. Struktur konsumsi energi primer di Indonesia masih didominasi oleh energi tidak terbarukan, sehingga diupayakan transisi menuju energi baru terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika transisi konsumsi energi dan emisi CO2, mengestimasi pengaruh faktor population, affluence, dan technology terhadap emisi CO2, dan memproyeksikan besaran pengaruh transisi konsumsi energi terhadap emisi CO2 di Indonesia pada masa mendatang. Metode analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, ARDL, dan pemodelan sistem dinamik. Hasilnya, sepanjang tahun 1972–2023, transisi konsumsi energi dan emisi CO2 menunjukkan dinamika yang nyata. Pada jangka pendek, lag emisi CO2, kepadatan penduduk, GDP per kapita, dan konsumsi energi baru terbarukan berpengaruh signifikan terhadap emisi CO2. Pada jangka panjang, kepadatan penduduk, konsumsi energi tidak terbarukan, konsumsi energi baru terbarukan, dan FDI berpengaruh signifikan terhadap emisi CO2, serta pengujian hipotesis EKC menunjukkan adanya hubungan berbentuk kurva U. Selanjutnya hasil proyeksi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan skenario BaU, skenario KEN mampu mereduksi emisi CO2 konsumsi energi pada tahun 2030, 2040, 2050, dan 2060 secara berturut-turut sebesar 4,68 persen, 24,62 persen, 42,12 persen, dan 59,99 persen.; Indonesia is one of the world's main producers of greenhouse gas emissions, dominated by CO2 emissions. The structure of primary energy consumption in Indonesia is still dominated by non-renewable energy, so a transition to new and renewable energy is being pursued. This study aims to describe the dynamics of energy consumption transition and CO2 emissions, estimate the influence of population, affluence, and technology on CO2 emissions, and forecast the impact of energy consumption transition on CO2 emissions in Indonesia in the future. Data analysis methods used include descriptive statistics, ARDL, and dynamic system modeling. The results show that throughout 1972–2023, the transition of energy consumption and CO2 emissions showed significant dynamics. In the short term, CO2 emission lag, population density, GDP per capita, and new and renewable energy consumption have a significant effect on CO2 emissions. In the long term, population density, non-renewable energy consumption, new and renewable energy consumption, and FDI significantly affect CO2 emissions, and EKC hypothesis testing shows a U-shaped relationship. Furthermore, the forecast results show that, compared to the BAU scenario, the KEN scenario is able to reduce CO2 emissions from energy consumption in 2030, 2040, 2050, and 2060 by 4.68 percent, 24.62 percent, 42.12 percent, and 59.99 percent, respectively.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172987</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Masyarakat Akibat Banjir Di Desa Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172930</link>
<description>Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Masyarakat Akibat Banjir Di Desa Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Asep
Desa Datarnangka di Kecamatan Sagaranten merupakan salah satu wilayah&#13;
yang paling terdampak kejadian banjir Desember tahun 2024. Banjir tersebut&#13;
menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, serta&#13;
terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Bencana berulang ini&#13;
menuntut adanya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi&#13;
masyarakat, besaran kerugian ekonomi yang ditimbulkan, serta strategi mitigasi&#13;
yang dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi&#13;
persepsi masyarakat mengenai kejadian banjir, menghitung besaran nilai kerugian&#13;
ekonomi akibat banjir, serta memberikan rekomendasi strategi alternatif untuk&#13;
mengurangi dampak banjir. Metode yang digunakan meliputi analisis&#13;
menggunakan skala Likert, market based approach, Lost of earning, cost of illness,&#13;
analisis deskriptif dan PROMETHEE. Hasil penelitian menunjukan bahwa banjir&#13;
berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dengan terganggunya&#13;
aktivitas, meningkatkan risiko kesehatan, serta menurunkan kualitas lingkungan&#13;
dan ekonomi. Total kerugian ekonomi masyarakat akibat banjir di Desa&#13;
Datarnangka yaitu sebesar Rp563.744.080,42. Kerugian tersebut didominasi oleh&#13;
kerugian langsung yang mencapai 84%. Serta sebesar 69% diantaranya merupakan&#13;
biaya perbaikan bangunan rumah. Kemudian strategi alternatif terbaik untuk&#13;
mengurangi dampak banjir adalah pembangunan tanggul sungai.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172930</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Ternak Sapi Perah untuk Peningkatan Pendapatan (Studi Kasus: Kelompok Ternak Margo Mulyo, Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172904</link>
<description>Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Ternak Sapi Perah untuk Peningkatan Pendapatan (Studi Kasus: Kelompok Ternak Margo Mulyo, Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah)
Tazkiya, Aryu
Desa Mundu merupakan sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Klaten. Dalam perkembangannya, kelompok ternak Margo Mulyo 2 mengalami kerentanan akibat ketiadaan aturan formal dan wabah penyakit sehingga mengalami penurunan jumlah ternak dan pendapatan. Kondisi ini mendorong terbentuknya Kelompok Milenial yang diharapkan mampu menjalankan fungsi kelembagaan lebih efektif dalam peningkatan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi peran kelembagaan Kelompok Ternak Margo Mulyo dalam proses pembentukan Kelompok Ternak Milenial; (2) menganalisis pendapatan usaha ternak sapi perah pada Kelompok Ternak Margo Mulyo; dan (3) menganalisis status keberlanjutan (sustainability) Kelompok Ternak Margo Mulyo. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Ternak Milenial terbentuk melalui proses regenerasi kelembagaan sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi dan keterlibatan generasi muda. Produksi susu sapi di Desa Mundu masih menguntungkan karena nilai R/C ratio lebih dari satu. Dimensi ekologi memperoleh nilai tertinggi sebesar 79,13 dengan status berkelanjutan, sementara dimensi lainnya tergolong cukup berkelanjutan.; Mundu Village is a dairy farming center in Klaten Regency. The Margo Mulyo 2 group faced vulnerability due to informal management and disease outbreaks, leading to the formation of the Millennium Group for more effective institutional functions and income improvement. This study aims to: (1) identify the institutional role in forming the Millennium Group, (2) analyze dairy farming income, and (3) assess the sustainability status. Methods include descriptive analysis, income analysis, and Multidimensional Scaling (MDS). Results show that the Millennium Group emerged through institutional regeneration driven by the need for innovation and youth involvement. Dairy production remains profitable with an R/C ratio greater than one. Sustainability analysis reveals the ecological dimension as the highest (79.13, sustainable), while other dimensions are moderately sustainable. The institutional role is vital in transforming individual businesses into collective ones, ensuring long-term sustainability through crossgenerational collaboration and structured resource management.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172904</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Dampak Perubahan Musim dan Status Resiliensi Keluarga Nelayan (Studi Kasus: Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172767</link>
<description>Dampak Perubahan Musim dan Status Resiliensi Keluarga Nelayan (Studi Kasus: Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo).
Karima, Nada
NADA KARIMA. Dampak Perubahan Musim dan Status Resiliensi Keluarga Nelayan (Studi Kasus: Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo). Dibimbing oleh TRIDOYO KUSUMASTANTO dan OSMALELI.&#13;
Perubahan musim memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan perikanan tangkap, yang dirasakan oleh nelayan di Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo. Perubahan ini mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan ketidakpastian pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji persepsi nelayan mengenai dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, (2) mengestimasi perubahan pendapatan nelayan akibat perubahan musim dan kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga, (3) menganalisis status resiliensi keluarga nelayan dalam menghadapi dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, (4) merumuskan strategi adaptasi dan peningkatan resiliensi keluarga nelayan dalam menghadapi perubahan musim. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Analisis deskriptif kuantitatif dengan skala Likert, analisis pendapatan nelayan, analisis kontribusi pendapatan istri nelayan, indeks resiliensi nelayan, dan Interpretative Structural Modeling (ISM) digunakan sebagai metode analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, nelayan menyatakan setuju bahwa merasakan dampak perubahan musim, dengan rataan skor sebesar 3,09 dari skala 4,00. Pendapatan nelayan menurun 51,71% atau Rp.1.728.197/bulan pada musim panen, serta 69,18% atau Rp.1.097.819/bulan pada musim paceklik. Istri nelayan berkontribusi dalam mencari nafkah, dengan rata-rata kontribusi sebesar 25,28% dari total pendapatan keluarga. Penilaian resiliensi nelayan menunjukkan rata-rata indeks resiliensi senilai 0,76 sehingga dikategorikan resilien. Strategi adaptasi dan peningkatan resiliensi nelayan dapat dilakukan dengan mendukung usaha penangkapan melalui pengadaan alat tangkap ikan yang lebih efektif meliputi GPS dan jaring penangkapan ikan millenium, serta melakukan bimbingan teknis untuk penyediaan fasilitas bengkel kapal.; NADA KARIMA. The Impact of Seasonal Changes and the Resilience Status of Fishermen's Families (A Case Study in Jatimalang Village, Purworejo Regency). Supervised by TRIDOYO KUSUMASTANTO and OSMALELI.&#13;
Seasonal changes have a significant impact on capture fisheries activities, as experienced by fishers in Jatimalang Village, Purworejo Regency. These changes have led to heightened income uncertainty for fishers. This study aims to (1) examining fishers’ perceptions of the impacts of seasonal changes in Jatimalang Village, (2) estimating changes in fisher households’ income due to seasonal variations and the contribution of fishers’ wives to household income, (3) analyzing the resilience status of fisher households in responding to the impacts of seasonal changes in Jatimalang Village, (4) formulating adaptation strategies and enhancing the resilience of fisher households in response to seasonal changes. This study used a case study method. Quantitative descriptive analysis with a Likert scale, fishermen's income analysis, analysis of the income contribution of fishers’ wives, the fisher resilience index, and Interpretative Structural Modeling (ISM) used as data analysis methods. The results indicate that fishers acknowledged the impact of seasonal changes, with an average score of 3.09 on a 4.00 scale. Fishermen's income decreased by 51.71% or IDR 1,728,197 per month during the harvest season, and by 69.18% or IDR 1,097,819 per month during the lean season. Fishers’ wives contribute to earning a livelihood, with an average contribution of 25.28% to the total household income. The assessment of fishers’ resilience showed an average resilience index of 0.76, categorized as resilient. Adaptation strategies and efforts to enhance fishers’ resilience are implemented by supporting fishing operations through the provision of fishing gear, which includes improving fishing catch productivity using GPS devices and millennium gillnets, as well as by providing technical guidance for the establishment of boat repair workshops.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172767</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
