<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Human Ecology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Human Ecology</description>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 15:13:56 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T15:13:56Z</dc:date>
<item>
<title>Modal Sosial dan Tingkat Hubungan Patron-Klien Masyarakat Nelayan (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Banten)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172927</link>
<description>Modal Sosial dan Tingkat Hubungan Patron-Klien Masyarakat Nelayan (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Banten)
Fitriyani, Putri Dinda
Indonesia adalah masyarakat nelayan. Umumnya didominasi oleh nelayan kecil dimana potensi sumberdaya kelautan dikelola secara tradisional melalui sebuah kelembagaan Patron-Klien yang mana pemilik modal menyertakan nelayan kecil dalam kegiatan usahanya sehingga tercipta sebuah sistem ketergantungan. Hubungan antara pemodal (patron) dengan para klien dipandu dan dikuatkan melalui sebuah konsep modal sosial yaitu kemampuan mereka membangun pertemanan, persahabatan, atau jaringan saling percaya di antara mereka serta kepatuhan terhadap aturan yang mereka sepakati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kekuatan nilai-nilai modal sosial dengan pola hubungan patron-klien pada masyarakat nelayan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Pemilihan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal sosial dan tingkat hubungan patron-klien dalam masyarakat nelayan tergolong tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dalam penelitian ini mencakup partisipasi dalam jaringan, resiprositas, kepercayaan, serta nilai dan norma sosial memiliki keterkaitan yang nyata dengan kuat-lemahnya relasi patron-klien pada masyarakat.; Indonesia is a fishing community. Generally dominated by small fishermen where the potential of marine resources is managed traditionally through a Patron-Client institution where the owner of the capital includes small fishermen in his business activities so as to create a system of dependence. The relationship between investors (patrons) and clients is guided and strengthened through the concept of social capital, namely their ability to build friendships, or networks of trust between them and compliance with the rules they agree on. The purpose of this study is to analyze the relationship between the strength of social capital values and patron-client relationship level in fishing communities. The research was conducted using a quantitative approach supported by qualitative data. The selection of respondents in this study was carried out by incidental sampling. The results show that the level of social capital and patron-client relationships in fishing communities is relatively high. The study shows that social capital, which in this study includes participation in networks, reciprocity, trust, and social values and norms, has a clear correlation with the strength of patron-client relationships in the community.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172927</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Pernikahan Anak dengan Praktik Keluarga Berencana (Kasus: Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172900</link>
<description>Hubungan Pernikahan Anak dengan Praktik Keluarga Berencana (Kasus: Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
ISKANDAR, NATASYA AULIAN
NATASYA AULIAN ISKANDAR. Hubugan Pernikahan anak dengan Praktik&#13;
Keluarga Berencana (Kasus: Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor). Dibimbing&#13;
oleh EKAWATI SRI WAHYUNI.&#13;
Pernikahan anak masih menjadi persoalan sosial yang signifikan di&#13;
Indonesia, termasuk di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Hal ini berimplikasi&#13;
pada rendahnya kualitas KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-&#13;
faktor penyebab pernikahan anak serta mengkaji hubungan antara karakteristik&#13;
perempuan pelaku pernikahan anak dengan praktik dan pengambilan keputusan KB&#13;
di Desa Gunung Putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang&#13;
didukung oleh data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji&#13;
korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan anak&#13;
dipengaruhi oleh interaksi norma sosial budaya, rendahnya tingkat Pendidikan dan&#13;
tekanan ekonomi keluarga. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang&#13;
signifikan antara karakteristik perempuan pada pernikahan anak dengan praktik&#13;
serta pengambilan keputusan Keluarga Berencana. Semakin muda usia menikah&#13;
dan semakin rendah tingkat pendidikan serta pendapatan perempuan, semakin&#13;
rendah pula praktik dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan KB.; NATASYA AULIAN ISKANDAR. The Relationship Between Child&#13;
Marriage and Family Planning Practices (Case: Gunung Putri Village, Bogor&#13;
Regency). Supervised by EKAWATI SRI WAHYUNI.&#13;
Child marriage remains a significant social issue in Indonesia, including in&#13;
Gunung Putri Village.. This not only affects women’s reproductive health but also&#13;
has implications for the low quality of family planning practices. This study aims&#13;
to analyze the factors contributing to child marriage and to examine the&#13;
relationship between the characteristics of women involved in child marriage and family planning practices as well as decision-making in Gunung Putri Village. The study employs a quantitative approach supported by qualitative data. Quantitative data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results show that child marriage is influenced by the interaction of socio-cultural norms, low levels of education, and household economic pressure. The correlation analysis indicates a significant relationship between the characteristics of women in child marriage and family planning practices as well as decision-making. The younger the age at marriage and the lower the levels of education and income of women, the lower their family planning practices and involvement in family planning decision-making.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172900</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Formulasi Produk Selai Berbasis Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Minyak Sawit Merah sebagai Pangan Sehat Sumber Beta Karoten</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172885</link>
<description>Formulasi Produk Selai Berbasis Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Minyak Sawit Merah sebagai Pangan Sehat Sumber Beta Karoten
Gemala, Arwa
Kekurangan vitamin A pada ibu hamil dapat mengakibatkan masalah pada perkembangan janin. Vitamin A dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang mengandung pro vitamin A, salah satunya beta karoten. Pemanfaatan minyak sawit merah yang tinggi akan beta karoten dapat menjadi salah satu cara mengatasi defisiensi vitamin A. Penelitian ini bertujuan memformulasikan selai berbasis kacang tanah dan minyak sawit merah sebagai pangan sehat sumber beta karoten. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan rasio minyak sawit biasa dan minyak sawit merah, yaitu  F0 (100:0), F1 (50:50), dan F2 (25:75). Berdasarkan hasil analisis karakteristik fisik, organoleptik, dan kandungan gizi, formula yang terpilih adalah F1. Satu takaran saji (20 g) mengandung 97 kkal energi; 4,9 g protein; 4,4 g lemak; dan 9,4 g karbohidrat yang memenuhi kebutuhan 19,0% energi, 32,5% protein; 26,3% lemak; dan 13,6% karbohidrat ibu hamil. Kandungan beta karoten selai kacang adalah 359,15 mg/100 g atau setara dengan 14,9 kali wortel dan 78,9 kali tomat. Formula selai yang terpilih memenuhi klaim pangan sumber protein dan memiliki beta karoten yang lebih tinggi dibandingkan wortel.; Vitamin A deficiency in pregnant women can cause problems in fetal development. Vitamin A can be obtained by consuming foods that contain pro-vitamin A, one of which is beta-carotene. The use of red palm oil, which is high in beta-carotene, can be used as a way to overcome vitamin A deficiency. This study aims to formulate peanut and red palm oil-based spread as a healthy food source of beta-carotene. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatment levels of regular palm oil and red palm oil, namely F0 (0:100), F1 (50:50), and F2 (25:75). Based on the analysis of physical characteristics, organoleptic properties, and nutritional content, the selected formula was F1. One serving (20 g) contains 97 kcal of energy; 4.9 g of protein; 4.4 g of fat; and 9.4 g of carbohydrates, which meets 19.0% of the energy, 32.5% of the protein; 26.3% of the fat; and 13.6% of the carbohydrate requirements for pregnant women. The beta-carotene content of peanut butter is 359.15 mg/100 g, which is equivalent to 14.9 times that of carrots and 78.9 times that of tomatoes. The selected peanut butter formula meets the nutritional claim of being a protein source and contains beta carotene higher than carrots.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172885</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Karakteristik Anggota Kelompok PKK  dengan Tingkat Partisipasinya dalam Kegiatan PKK (Kasus: Kelompok “PKK” RW 10  Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172840</link>
<description>Hubungan Karakteristik Anggota Kelompok PKK  dengan Tingkat Partisipasinya dalam Kegiatan PKK (Kasus: Kelompok “PKK” RW 10  Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)
Akbar, Muhammad Zulfikar
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi nasional &#13;
yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan. &#13;
Permasalahan utama yang dihadapi adalah partisipasi anggota yang belum optimal, &#13;
sehingga menghambat efektivitas program PKK. Penelitian ini bertujuan menganalisis &#13;
kegiatan kelompok PKK, tingkat partisipasi anggota, serta hubungan antara karakteristik &#13;
anggota dengan tingkat partisipasinya dalam kegiatan PKK RW 10 Desa Cibanteng, &#13;
Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan campuran &#13;
(mixed method) model convergent parallel. Data kuantitatif dikumpulkan melalui sensus &#13;
(kuesioner) dan data kualitatif dikumpulkan melalui (wawancara mendalam serta &#13;
observasi). Analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa karakteristik demografis anggota tidak memiliki hubungan signifikan &#13;
dengan tingkat partisipasi, namun modal sosial terbukti berhubungan signifikan dengan &#13;
tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan PKK. Penelitian ini menyajikan model empiris &#13;
pemberdayaan masyarakat dan memberikan masukan konkret bagi PKK serta Pemerintah &#13;
Desa/Daerah dalam merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih tepat sasaran dengan &#13;
memperkuat modal sosial untuk meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan keluarga.; Family Empowerment and Welfare (PKK) is a national organization that aims to &#13;
improve family welfare through women's empowerment. The main problem faced is the &#13;
suboptimal participation of members, thus hampering the effectiveness of the PKK &#13;
program. This study aims to analyze PKK group activities, member participation levels, &#13;
and the relationship between member characteristics and their participation levels in PKK &#13;
activities in RW 10 Cibanteng Village, Ciampea District, Bogor Regency. The study used &#13;
a mixed method approach with a convergent parallel model. Quantitative data were &#13;
collected through a census (questionnaire) and qualitative data were collected through (in-&#13;
depth interviews and observations). Data analysis included descriptive analysis and &#13;
correlation tests. The results showed that member demographic characteristics did not have &#13;
a significant relationship with participation levels, but social capital was proven to be &#13;
significantly related to the level of member participation in PKK activities. This study &#13;
presents an empirical model of community empowerment and provides concrete input for &#13;
the PKK and Village/Regional Governments in formulating more targeted empowerment &#13;
strategies by strengthening social capital to increase family participation and welfare.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172840</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
