<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Entrepreneurship Lectures (Kuliah Kewirausahaan)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5204</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 03:56:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T03:56:45Z</dc:date>
<item>
<title>Magang kewirausahaan (MKU) mahasiswa pada  usaha “fast food “ nays café</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7271</link>
<description>Magang kewirausahaan (MKU) mahasiswa pada  usaha “fast food “ nays café
Nuraini, Henny
Adanya persaingan dalam memperoleh lapangan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya sarjana peternakan mendorong upaya peningkatan mempersiapkan  calon sarjana untuk berwirausaha dibidangnya.  Persiapan yang memadai adalah dengan kegiatan magang di perusahaan terkait,  sehingga mahasiswa dapat memahami secara komprehensif teknologi dan proses produksi, manajemen pegawai, keuangan, pemasaran, dan pengawasan mutu yang dilaksanakan perusahaan tempat magang.  Diharapkan saat mereka lulus nanti dapat mempersiapkan dan menciptakan hal-hal baru sebagai seorang calon wirausaha. Peserta magang adalah calon sarjana tingkat akhir yang memiliki minat berwirausaha.  Peserta dilibatkan di mitra pengusaha MKU (Nay’s Café) dan melakukan studi banding ke industri-industri sejenis dalam hal ini adalah restoran ayam bakar Wong Solo dan California Fried Chicken.  Magang dilakukan sejak minggu kedua bulan Juni sampai minggu kedua bulan Oktober 2004 di restauran Nays café, yaitu restauran dengan komoditas utamanya pangan asal ternak seperti daging, telur, susu dalam bentuk burger, pizza, sphaghety, hordog, soup, fried chicken.  Lokasi usaha berada di dalam kampus Fakultas Peternakan IPB,  sehingga mudah dijangkau oleh mahasiswa magang. Kuliah pembekalan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2004, pemberi materi kuliah berasal dari Nays Café dan PT. Wendy Citarasa.  Profil Nays Café ditunjukkan kepada seluruh peserta,  mulai dari perencanaan pendirian, pencarian lokasi, penyusunan menu dan lain-lain.  Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi berwirausaha bagi para peserta.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7271</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan usaha pembenihan ikan patin       melalui kku di jati kramat, kecamatan pondok gede, kota bekasi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7261</link>
<description>Pengembangan usaha pembenihan ikan patin       melalui kku di jati kramat, kecamatan pondok gede, kota bekasi
Nurhayati, Popong
Mahasiswa dan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB merupakan sumberdaya  manusia yang telah dibekali dengan IPTEK bidang perikanan, meskipun IPTEK tersebut masih sedang dan terus dikembangkan.  Pada kenyataannya mahasiswa tersebut masih memiliki kelemahan antara lain dari segi pengalaman praktis menerapkan IPTEK yang dikuasainya, khususnya dalam dunia usaha yang sesungguhnya. Kegiatan KKU mengenai Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Patin di Jati Kramat, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi ini dilaksanakan dengan melibatkan 6 orang mahasiswa (3 orang mahasiswa dari Departemen Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan dan 3 orang mahasiswa dari Departemen Budidaya Perairan) dan 3 orang staf pengajar (2 orang staf pengajar dari Departemen Sosial Ekonomi Perikanan dan 1 orang staf pengajar dari Departemen Budidaya Perairan) FPIK IPB.  Usaha Pembenihan Ikan Patin milik mitra KKU di Jati Kramat itu diberi nama Hypop, diambil dari nama spesies Ikan Patin, Pangasius hypoptalmus . Mitra KKU menerapkan pola usaha cukup smart karena mengelola bisnis perbenihan ikan Patin dari hulu hingga ke hilir dengan penuh kesungguhan. Usaha mitra KKU ini meliputi : 1) Pemijahan (Pemeliharaan induk dan produksi larva) yang berlokasi di kota Subang; 2) Pendederan 1, yaitu pemeliharaan larva ukuran maksimal 1 inci; 3) Pendederan 2 yakni pemeliharaan Ikan Patin ukuran 1 inci sampai dengan 2 inci, dan 4) Agen pemasaran benih ke Lampung (untuk disalurkan ke pembudidaya/pembesaran Ikan Patin).  Dalam mengelola dan mengembangkan produksi benih Ikan Patin, mitra KKU mengadopsi teknologi dari Perancis.  Dalam pelaksanaan KKU ini, kegiatan peserta KKU difokuskan pada kegiatan pendederan 1. Permasalahan  yang dihadapi oleh mitra KKU adalah cukup tingginya permintaan pelanggan benih Ikan Patin yang belum dapat dipenuhi.  Pelanggan benih Ikan Patin yang biasa disuplai oleh mitra KKU adalah pedagang benih Ikan Patin dan petani pendeder Ikan Patin.  Sebagian besar pedagang dan petani pendeder tersebut berasal dari Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) dan sebagian lagi berasal dari Jawa Barat.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7261</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penerapan model tumpangsari dan penggunaan pupuk majemuk pada agribisnis hortikultura dataran rendah dalam penanggulangan penurunan produktivitas lahan dan pendapatan usaha tani di desa mitra lingkar kampus ipb darmaga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7255</link>
<description>Penerapan model tumpangsari dan penggunaan pupuk majemuk pada agribisnis hortikultura dataran rendah dalam penanggulangan penurunan produktivitas lahan dan pendapatan usaha tani di desa mitra lingkar kampus ipb darmaga
Haridjaja, Oteng
Pola penanaman yang  digunakan para petani di lapang adalah pola tanam monokultur dan penggunaan pupuk tunggal untuk jenis tanaman semusim,  hasilnya kadang tidak seimbang dengan pendapatan yang diinginkan mengakibatkan: (1) produktivitas lahan menurun, (2) tanah menjadi “ pera”, (3) terjadi stimulan hama dan penyakit tanaman, dan (4) harga jual rendah akibat over produksi.  Solusi dengan sistem diversivikasi penanaman tumpang sari. Pola penanaman tumpang sari dapat memaksimalkan lahan dibandingkan pola monokultur karena : (1) hasil panen pada lahan tidak luas bisa beberpa kali dengan usia panen dan jenis tanaman berbeda, (2) petani mendapat hasil jual yang saling menguntungkan/menggantikan dari tiap jenis tanaman berbeda dan, (3) resiko kerugian dapat ditekan karena terbagi pada setiap tanaman.  Penggunaan pupuk majemuk dalam tumpang sari lebih menguntungkan karena : (1) lebih murah dibandingkan dengan pupuk tunggal dan, (2) pemakaiannya sekali.  Namun sistem teknologi model tersebut masih sedikit orang yang melaksanakannya. Kenyataan ini dialami para petani ke Kec. Darmaga Kabupaten Bogor khususnya masyarakat Desa Sinarsari, Desa Neglasari, Desa Petir dan Desa Purwasari yang merupakan Desa mitra dalam pengembangan Desa-desa lingkar Kampus IPB Darmaga.  Hasil pola tanaman tumpang sari bisa lebih meningkatkan pendapatan juga ditunjang faktor seperti kerjasama dengan pihak lain dalam kemudahan informasi dan kemudahhan jalur transportasi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7255</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peningkatan peranan kelompok bisnis pertanian dalam meningkatkan pendapatan usaha tani di desa binaan Lingkar kampus ipb darmaga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6634</link>
<description>Peningkatan peranan kelompok bisnis pertanian dalam meningkatkan pendapatan usaha tani di desa binaan Lingkar kampus ipb darmaga
Haridjaja, Oteng
Dengan adanya  krisis ekonomi dan krisis moneter serta adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah dilaksanakan menyebabkan kegiatan pertanian kurang mendukung peningkatan pendapatan petani dan telah menimbulkan permasalahan lanjutan sebagai berikut : 1.	Alokasi sumberdaya yang dimiliki petani dalam memberikan pendapatan dan perubahan yang dilakukan belum memberikan pendapatan optimal 2.	Usaha pengembangan kelembagaan belum memperlihatkan perbaikan distribusi pendapatan petani. 3.	Struktur kelembagaan ekonomi pedesaan sebagai sistem pendukung pada suatu usaha tani yang belum dapat meningkatkan pendapatan petani. Dengan adanya permasalahan tersebut di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah : 1.	Mahasiswa dan petani mitra dapat berpraktek di lapangan dalam melakukan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi produksi, pasca panen dan pemasaran dalam kelompok usaha bersama 2.	Mahasiswa dan petani mitra diharapkan dapat memberdayakan kembali kelompok-kelompok tani yang sudah menurun aktivitasnya.
</description>
<pubDate>Sat, 01 Jan 2005 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6634</guid>
<dc:date>2005-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
