<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Communication and Community Development</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 21:43:31 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-23T21:43:31Z</dc:date>
<item>
<title>PEMBINAAN KELUARGA : (Urgensi dan Tujuan Nikah)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172944</link>
<description>PEMBINAAN KELUARGA : (Urgensi dan Tujuan Nikah)
Musthofa
Islam adalah ajaran agama yang sempurna dan lengkap (syamil-mutakamil), sesuai dan&#13;
serasi (shalih-muslih) sepanjang zaman dan kondisi. Allah Swt melalui firman-Nya&#13;
mengajarkan untuk hidup yang baik, menanamkan rasa aman, tenang dan bahagia dalam&#13;
keluarga dan masyarakat bahkan untuk alam semesta, maka setiap kebaikan yang ditebarkan&#13;
di bumi merupakan karunia dan rahmat Nya1. Dan setiap musibah yang terjadi di muka bumi&#13;
ini disebabkan karena meninggalkan syari’ah Allah Swt.&#13;
Islam sebagai suatu ajaran yang diturunkan Allah Swt secara umum mengandung&#13;
perdamaian, kegembiraan, kebahagian, ketenangan dan mengikuti ajaran para nabi secara&#13;
umum dan mengikuti ajaran Nabi Muhamad Saw secara khusus, diantaranya tentang Nikah.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172944</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perubahan Sosial dan Masa Depan Nelayan Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163558</link>
<description>Perubahan Sosial dan Masa Depan Nelayan Indonesia; Reviu Buku Rilus A. Kinseng. 2024. Perubahan Sosial di Indonesia
Agusta, Ivanovich
Hingga kini, perubahan sosial menjadi topik utama sosiologi, bahkan sejak awal Revolusi Industri di Eropa abad 18-19 menjadi pemantik lahirnya sosiologi. Auguste Comte (2009) merumuskan dinamika sosial (nama konsepnya atas perubahan sosial) dari fase teologis hingga prediksi fase filsafat positif, dan yang utama karya Marx dan Engels (1960) yang melihat masa depan berbasis perubahan sosial saat itu –merespons borok kapitalisme—menuju tahapan akhir masyarakat sosialis.&#13;
Pada abad ke 21 kini –saat teknologi, komunikasi maya, dan pertarungan ide berlangsung kilat—perubahan sosial semestinya menjadi topik utama sosiologi, termasuk bagi teori sosial lain. Masyarakat hidup dalam dunia yang berubah, seperti globalisasi, peningkatan populasi, migrasi, dan krisis ekologi, juga efek pandemi Covid-19 (Ballard dan Barnett, eds., 2023). Pola perubahan masa kini berupa dialektika reformasi dan revolusi, politik penyebab krisis, juga bencana yang menjadi hal biasa. Agen perubahan mulai dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, partai politik, lembaga ekonomi, lembaga pengetahuan dan inovasi, teknologi, populisme, pengembangan masyarakat, dan gerakan sosial.  ...
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163558</guid>
<dc:date>2025-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kolonialisme, Pengetahuan Barat, dan Masa Depan Desa</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163556</link>
<description>Kolonialisme, Pengetahuan Barat, dan Masa Depan Desa; Refleksi Sosiologi Pedesaan dan Metodenya
Agusta, Ivanovich
Mempertimbangkan diskursus orientalisme sudut pandang Barat atas masyarakat Timur, atau balasannya dalam oksidentalisme sudut pandang Timur atas politik masyarakat Barat, mula-mula mengandung resiko bahwa kedua karang produksi pengetahuan itu muncul ke permukaan dan terwujud dalam diskursus baru.1 Namun, resiko ini tetap diambil, agar metode dan produk ilmu pengetahuan sosiologi pedesaan di Indonesia dapat dikonstruksikan; dengan kesadaran resiko memunculkan konstruksi hibriditas sosiologi pedesaan. Setidaknya, sebagaimana yang dibahas dalam tulisan ini, seturut pengalaman pengembangannya oleh Sajogyo dan kolega-koleganya. ...
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163556</guid>
<dc:date>2025-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Praktik Jurnalisme Warga Di Era Digital: Dampakdantantangan Yang Dihadapi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153106</link>
<description>Praktik Jurnalisme Warga Di Era Digital: Dampakdantantangan Yang Dihadapi
Hadiyanto
Saat ini sebagian besar penduduk dunia tidak bisa lepas dari internet danponsel pintar (smartphone). Bersama dengan komputer, internet dan telepon pintar&#13;
merupakan teknologi yang mendorong lahirnya era digital (Dominick, 2011;&#13;
Schmidt dan Cohen, 2013). Meskipun demikian era komunikasi digital&#13;
sebenarnya termasuk juga yang tidak terkait langsung dengan internet misalnyaterkait dengan dunia maya dan virtual reality (Severin dan Tankard, 2005). Salahsatu bidang yang terdampak dari perkembangan teknologi digital adalah mediamassa seperi penerbitan koran, siaran radio, dan televisi yang sudah memasuki&#13;
masa transisisi memasuki era digital dalam dua dekade terakhir. Terakhir siarantelevisi di Indonesia juga sudah bermigrasi dari siaran analog ke siaran digital. Koran sebagai media massa tertua telah mengalami disrupsi, denganmunculnya situs web berita, blog, media sosial, dan aplikasi di smartphone. Bahkan beberapa koran besar dunia mulai beralih ke media berita online danbeberapa lagi melakukan konvergensi media, termasuk dengan media sosial. Sekedar contoh, majalah Newsweek yang sudah terbit selama 80 tahun mengakhiri&#13;
penerbitan edisi cetaknya pada pekan terakhir 2012 (Kompas 2012). Menyusul&#13;
majalah Christian Science Monitor yang sudah menghentikan edisi cetaknyasebelumnya. Koran ternama di Amerika Serikat, The New York Times puntidakluput dari gempuran kemajuan teknologi informasi (Hadiyanto, 2023). Hal yangsama juga dialami beberapa koran di Indonesia. Bahkan majalah “Intisari” yangberdiri pada Agustus 1963 mengakhiri penerbitan edisi cetaknya dan beralihkeonline. Kehadiran media berita online menjadi ancaman nyata kemungkinanpunahnya koran cetak, sebagaimana cukup gamblang diulas oleh Meyer (meyer, 2019)&#13;
Kehadiran internet dan media sosial yang didukung teknologi smartphonemembuka peluang yang lebih besar bagi warga yang memiliki minat di bidangjurnalistik untuk menjadi jurnalis warga. Sutton (2006) mengungkapkan bahwapada 1990-an kehadiran internet dan World Wide Web yang semakin populer&#13;
memungkinkan lahirnya situs web, blog dan personal web yang menjadi platformawal untuk jurnalisme warga. Awal tahun 2000-an dengan menjamurnyaplatform blog, semakin banyak orang yang mulai berbagi pandangan, pengamatan, dan laporan mereka secara online. Era ini menandai pesatnya pertumbuhanjurnalis warga, dan banyak dari mereka yang memainkan peran penting dalammeliput peristiwa seperti tsunami tahun 2004 dan pemboman London tahun2005(Nugraha, 2006). ...
</description>
<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153106</guid>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
