<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43921">
<title>SO-Agriculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43921</link>
<description>Scienific Orations on Agriculture</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85227"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73656"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73638"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43948"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T18:06:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85227">
<title>Membangun Usaha Tanaman Hias Dan Bunga Potong Dengan Mengaplikasikan Bioteknologi Khususnya Kultur Jaringan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85227</link>
<description>Membangun Usaha Tanaman Hias Dan Bunga Potong Dengan Mengaplikasikan Bioteknologi Khususnya Kultur Jaringan
Mattjik, Nurhajati Ansori
Agribisnis sudah menjadi kata atau istilah terminologi yang umum dan meluas di Indonesia, terutama dalam 10 tahun terakhir ini (Saragih 2010). Lebih lanjut diungkapkannya bahwa walaupun sebelumnya kata atau istilah agribisnis ini telah ada, akan tetapi tidak sepopuler dan semeriah pada periode 1995-2004. Bahkan kata agribisnis telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga yang diterbitkan Pusat Pengembangan Bahasa Indonesia edisi 2005, yang mendefinisikannya sebagai usaha yang berkaitan dengan pertanian. Hal itu berarti kata agribisnis telah secara resmi dianggap dan diperlakukan sebagai istilah umum di Indonesia (Saragih 2010).
</description>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73656">
<title>Pekarangan Kampung Untuk Konservasi Agro-Biodiversitas Dalam Mendukung Penganekaragaman Dan Ketahanan Pangan Di Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73656</link>
<description>Pekarangan Kampung Untuk Konservasi Agro-Biodiversitas Dalam Mendukung Penganekaragaman Dan Ketahanan Pangan Di Indonesia
Arifin, Hadi Susilo
Permasalahan pangan di Indonesia merupakan tantangan yang masih perlu dicari solusinya. Jumlah penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 242 juta. Berdasarkan hasil sensus 2010, rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 1,49%, sehingga diperkirakan pada genap 100 tahun Indonesia merdeka, di tahun 2045 akan mencapai 450 juta jiwa (Republika.co.id, 16 Januari 2013). Bukanlah hal yang mudah untuk mencapai kecukupan bagi ketahanan pangan (food security), keamanan pangan (food safety) dan kedaulatan pangan (food sovereignty) dengan hanya mengandalkan  pengelolaan sumber daya alam secara konvensional. Dampak pemanasan global telah mengindikasikan adanya pergeseran musim yang tidak menentu, timbulnya kekeringan pada masa tertentu dan sebaliknya bahaya banjir mengancam di berbagai daerah. Ledakan hama dan penyakit sering mengakibatkan gagal panen. Tantangan pembangunan fisik telah memacu proses urbanisasi, industrialisasi yang selalu berdampak pada perubahan tata guna lahan dan penutupan lahan karena adanya beragam kepentingan (Saroinsong et al., 2007). Di hulu daerah aliran sungai (DAS) banyak terjadi deforestasi, di tengah banyak lahan pertanian berubah menjadi  permukiman, dan di hilir alih fungsi lahan cenderung menuju ke pembangunan fisik kawasan industri, kota baru, serta fasilitas dan infrastruktur kota lainnya (Arifin 2012a).
</description>
<dc:date>2013-12-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73638">
<title>Pengendalian Hayati Dan Konservasi Serangga Untuk Pembangunan Indonesia Hijau</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73638</link>
<description>Pengendalian Hayati Dan Konservasi Serangga Untuk Pembangunan Indonesia Hijau
Buchori, Damayanti
Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan telah diakui dunia sebagai salah satu negara mega biodiversity country. Keanekaragaman hayati yang terdapat di bumi Indonesia telah terbukti penting sebagai bahan dasar untuk kesehatan, pangan, sandang, perumahan, bahkan sumber inspirasi bagi seni  dan budaya. Salah satu bagian dari keanekaragaman hayati yang patut mendapat perhatian adalah serangga. Kenapa serangga? Ada apa dengan serangga sehingga patut mendapat perhatian kita semua? Pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam naskah akademik ini. Dalam naskah ini diuraikan status terkini mengenai pengetahuan dan teknologi pengendalian hayati sebagai bagian dari Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan strategi pertanian berkelanjutan. Hubungan antara serangga, kehidupan, peranannya dalam sektor pertanian serta pembangunan berkelanjutan akan diulas secara menyeluruh dengan titik berat pada perkembangan sains ilmu serangga (entomologi), proteksi tanaman dan relasinya terhadap kebijakan. Saat ini, dunia makin paham akan pentingnya science-based policy, dan dalam naskah ini, akan disajikan informasi bahwa kebijakan berbasis sains merupakan salah satu strategi yang  harus dikembangkan ke depan dalam pembangunan Indonesia.
</description>
<dc:date>2014-09-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43948">
<title>Menuju industri kecil profesional di era globalisasi melalui pemberdayaan manajemen industri</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43948</link>
<description>Menuju industri kecil profesional di era globalisasi melalui pemberdayaan manajemen industri
Hubeis, Musa
</description>
<dc:date>1997-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
