<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Faculty of Forestry and Environment</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469" rel="alternate"/>
<subtitle>Undergraduate Theses on Faculty of Forestry and Environment</subtitle>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469</id>
<updated>2026-04-26T03:33:09Z</updated>
<dc:date>2026-04-26T03:33:09Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengembangan Penilaian Kesehatan Tegakan Kebun Raya Bogor melalui Analytical Network Process (ANP)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172982" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nazalti, Zulfa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172982</id>
<updated>2026-04-23T23:07:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Penilaian Kesehatan Tegakan Kebun Raya Bogor melalui Analytical Network Process (ANP)
Nazalti, Zulfa
Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan kawasan konservasi flora secara ex situ dengan koleksi mencapai 3.404 spesies. Guna menjamin keberlanjutan fungsi kawasan yang didominasi oleh tegakan pohon, pemantauan dan penilaian kesehatan tegakan penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan penilaian kesehatan tegakan berumur tua di KRB melalui Analytical Network Process (ANP) dan menentukan rekomendasi pemeliharaan tegakan KRB. Metode yang digunakan yaitu metode Forest Health Monitoring (FHM) dan metode ANP untuk mengembangkan dan memvalidasi bobot prioritas indikator kesehatan tegakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot prioritas indikator kesehatan tegakan di KRB melalui metode ANP meliputi kondisi tajuk (0,30), kerusakan pohon (0,24), produktivitas (0,15), kualitas tapak (0,15), dan biodiversitas (0,10). Bobot prioritas ANP vitalitas pohon menjadi indikator prioritas tertinggi dalam menentukan kesehatan tegakan di KRB. Nilai akhir kesehatan kawasan KRB bernilai 8 dengan status kesehatan tegakan kategori baik yang mengindikasikan tegakan KRB masih optimal menjalankan fungsinya.; The Bogor Botanical Garden (KRB) is an ex situ flora conservation area with a collection of 3.404 species. To ensure the sustainability of this area, dominated by tree stands, monitoring and assessing their health is essential. This study aims to develop an assessment of the health of mature stands at KRB using the Analytical Network Process (ANP) and to determine maintenance recommendations for KRB stands. The methods used were the Forest Health Monitoring (FHM) and ANP methods to develop and validate the priority weights for stand health indicators. The results of the study indicate that using the ANP method, the priority weights for stand health indicators in the KRB are: canopy condition (0,30), tree damage (0,24), productivity (0,15), site quality (0,15), and biodiversity (0,10). The ANP priority weight for tree vitality is the highest priority indicator in determining stand health in the KRB. The final health score for the KRB area is 8, with the stand health status categorized as good, indicating that the KRB stands are still performing their functions optimally.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172978" rel="alternate"/>
<author>
<name>Patimah, Rahma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172978</id>
<updated>2026-04-23T00:52:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai
Patimah, Rahma
Kebakaran hutan dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah, berdampak pada kesuburan dan fungsi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan sifat fisik dan kimia tanah dan lahan pascaterbakar dan tidak terbakar di Blok Pajaten, Taman Nasional Gunung Ciremai. Sampel dianalisis untuk bulk densty, porositas tanah, permeabilitas, kadar air, pH, C-org, kapasitas tukar kation, dan unsur hara (N, P, K) menggunakan uji statistik yaitu Mann-Whitney dan secara kuantitatif. Hasil analisis statistik lahan bekas terbakar dan tidak terbakar menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, hal ini diduga kondisi lapang yang bervariasi dan jumlah ulangan yang tidak homogen. Namun, dilihat secara kuantitatif hasil menunjukkan lahan terbakar memiliki bulk density tinggi, porositas lebih rendah, permeabilitas lebih tinggi, dan kadar air lebih rendah. Sifat kimia pada lahan terbakar menunjukkan C-org, N-total, dan fosfor lebih tinggi, sedangkan KTK dan kalium lebih rendah. Implikasi penelitian meliputi rehabilitasi lahan melalui penanaman pionir toleran terhadap tanah masam dan berbatu, serta &#13;
penelitian lanjutan dengan penambahan ulangan pengambilan data untuk memperoleh analisis statitik yang lebih representatif.; Forest fires can alter soil physical and chemical properties, affecting soil fertility and ecosystem function. This study aimed to identify differences in soil properties between post-fire and unburned areas in Blok Pajaten, Gunung Ciremai National Park. Soil samples were analyzed for bulk density, porosity, permeability, moisture content, pH, organic carbon, cation exchange capacity, and nutrients (N, P, K) using quantitative analysis and the Mann-Whitney test. Statistical results showed no significant differences between burned and unburned areas, likely due to field variability and unequal replication. Quantitative analysis indicated that burned soils had higher bulk density, lower porosity, higher permeability, and lower moisture content. Chemically, burned soils had higher organic carbon, total nitrogen, and phosphorus, while CEC and potassium were lower. Implications include land rehabilitation through planting pioneer species tolerant to acidic and rocky soils and further long-term studies with increased data replication to improve statistical representativeness.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172977" rel="alternate"/>
<author>
<name>Patimah, Rahma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172977</id>
<updated>2026-04-22T23:38:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai
Patimah, Rahma
Kebakaran hutan dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah, berdampak pada kesuburan dan fungsi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan sifat fisik dan kimia tanah dan lahan pascaterbakar dan tidak terbakar di Blok Pajaten, Taman Nasional Gunung Ciremai. Sampel dianalisis untuk bulk densty, porositas tanah, permeabilitas, kadar air, pH, C-org, kapasitas tukar kation, dan unsur hara (N, P, K) menggunakan uji statistik yaitu Mann-Whitney dan secara kuantitatif. Hasil analisis statistik lahan bekas terbakar dan tidak terbakar menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, hal ini diduga kondisi lapang yang bervariasi dan jumlah ulangan yang tidak homogen. Namun, dilihat secara kuantitatif hasil menunjukkan lahan terbakar memiliki bulk density tinggi, porositas lebih rendah, permeabilitas lebih tinggi, dan kadar air lebih rendah. Sifat kimia pada lahan terbakar menunjukkan C-org, N-total, dan fosfor lebih tinggi, sedangkan KTK dan kalium lebih rendah. Implikasi penelitian meliputi rehabilitasi lahan melalui penanaman pionir toleran terhadap tanah masam dan berbatu, serta &#13;
penelitian lanjutan dengan penambahan ulangan pengambilan data untuk memperoleh analisis statitik yang lebih representatif.; Forest fires can alter soil physical and chemical properties, affecting soil fertility and ecosystem function. This study aimed to identify differences in soil properties between post-fire and unburned areas in Blok Pajaten, Gunung Ciremai National Park. Soil samples were analyzed for bulk density, porosity, permeability, moisture content, pH, organic carbon, cation exchange capacity, and nutrients (N, P, K) using quantitative analysis and the Mann-Whitney test. Statistical results showed no significant differences between burned and unburned areas, likely due to field variability and unequal replication. Quantitative analysis indicated that burned soils had higher bulk density, lower porosity, higher permeability, and lower moisture content. Chemically, burned soils had higher organic carbon, total nitrogen, and phosphorus, while CEC and potassium were lower. Implications include land rehabilitation through planting pioneer species tolerant to acidic and rocky soils and further long-term studies with increased data replication to improve statistical representativeness.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Manajemen Penangkaran Burung Beo Medan (Gracula religiosa religiosa) di Kere Ayem Bird Farm Bogor</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172961" rel="alternate"/>
<author>
<name>Asrori, Ahmad Hafiz</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172961</id>
<updated>2026-04-20T23:59:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Manajemen Penangkaran Burung Beo Medan (Gracula religiosa religiosa) di Kere Ayem Bird Farm Bogor
Asrori, Ahmad Hafiz
Penangkaran beo medan (Gracula religiosa religiosa) merupakan upaya &#13;
konservasi penting akibat tekanan perdagangan dan penurunan populasi di alam, &#13;
sehingga memerlukan pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji &#13;
manajemen penangkaran, perilaku makan, dan konsumsi pakan di Kere Ayem Bird &#13;
Farm menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur selama 27 &#13;
hari dengan durasi 7,5 jam/hari. Hasil menunjukkan manajemen tergolong cukup &#13;
baik, namun kesehatan dan lingkungan masih perlu ditingkatkan, dengan mortalitas &#13;
anakan sekitar 50% (2024-2025). Perilaku makan didominasi mengambil pakan &#13;
(41% jantan; 43% betina), diikuti menelan (38-39%) dan mendekati pakan (18&#13;
21%). Konsumsi pakan berbeda, yaitu pisang 57 g dan 30 g, jangkrik 4,5 g, serta &#13;
voer 36 g dan 40 g, yang memengaruhi nutrisi, di mana jantan lebih tinggi energi &#13;
dan cairan (±18,13 g) dan betina lebih tinggi protein (±11,30 g). Keberhasilan &#13;
penangkaran dipengaruhi oleh manajemen, lingkungan, perilaku makan, dan &#13;
kualitas pakan.; The captive breeding of hill mynah (Gracula religiosa religiosa) is an &#13;
important conservation effort due to trade pressure and declining wild populations, &#13;
requiring effective management. This study aimed to analyze captive management, &#13;
feeding behavior, and feed consumption at Kere Ayem Bird Farm using observation, &#13;
interviews, and literature study over 27 days with a duration of 7.5 hours/day. The &#13;
results showed that management was generally adequate, although health and &#13;
environmental aspects still need improvement, with chick mortality reaching &#13;
approximately 50% (2024-2025). Feeding behavior was dominated by food-taking &#13;
activity (41% in males; 43% in females), followed by swallowing (38-39%) and &#13;
approaching food (18-21%). Feed consumption differed between sexes, with &#13;
bananas 57 g and 30 g, crickets 4.5 g, and commercial feed 36 g and 40 g, affecting &#13;
nutrient intake where males had higher energy and water (±18.13 g) while females &#13;
had higher protein (±11.30 g). Captive breeding success is influenced by &#13;
management, environmental conditions, feeding behavior, and feed quality.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
