<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>IPB's Books</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20</id>
<updated>2026-04-24T23:20:21Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T23:20:21Z</dc:date>
<entry>
<title>Air Dan Kesehatan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172984" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khomsan, Ali</name>
</author>
<author>
<name>Sari, Yulianti Wulan</name>
</author>
<author>
<name>Dewi, Puspita</name>
</author>
<author>
<name>Anggiruling, Dwikani Oklita</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172984</id>
<updated>2026-04-24T03:25:32Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Air Dan Kesehatan
Khomsan, Ali; Sari, Yulianti Wulan; Dewi, Puspita; Anggiruling, Dwikani Oklita
The 10th World Water Forum (WWF) 2024 atau Forum Air Dunia ke-10 digelar di Bali tanggal 18 – 25 Mei 2024. World Water Forum 2024 mengambil tema Water for Shared Prosperity. Lewat tema ini, semua pihak diharapkan bisa membahas berbagai permasalahan penting mengenai air beserta solusinya. Dengan solusi bersama, negara-negara dunia dapat meningkatkan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air (SDA), sehingga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) bisa terwujud. Bagi Indonesia, tema Water for Shared Prosperity juga menjadi bukti bahwa negara siap berkontribusi terhadap penciptaan langkah-langkah untuk menjaga sumber daya air dunia.&#13;
Air merupakan media yang memungkinkan berbagai jenis mikroorganisme seperti virus atau bakteri bertahan hidup dan berkembang biak. Higiene air yang buruk dapat dipastikan akan mendatangkan gangguan kesehatan bagi manusia. ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khomsan, Ali</name>
</author>
<author>
<name>Khuzaimah, Ummi</name>
</author>
<author>
<name>Miranda, Vanesha</name>
</author>
<author>
<name>Ginting, Riska Mayang S</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903</id>
<updated>2026-04-07T00:07:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM
Khomsan, Ali; Khuzaimah, Ummi; Miranda, Vanesha; Ginting, Riska Mayang S
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling&#13;
utama. Bung Karno mengatakan, “Pangan merupakan soal matihidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak&#13;
dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha secara&#13;
besar-besaran, radikal, dan revolusioner’’.&#13;
Negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan,&#13;
keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan. Setiap manusia&#13;
berhak untuk memperoleh pangan yang aman, bermutu, bergizi,&#13;
dan menyehatkan. Kebutuhan pangan senantiasa meningkat,&#13;
seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan membaiknya&#13;
kesejahteraan. Konsep Malthus menyebutkan bahwa pertumbuhan&#13;
pangan bagai deret hitung, sedangkan pertumbuhan penduduk&#13;
bagai deret ukur.&#13;
Ketahanan pangan dapat dicapai dengan swasembada&#13;
pangan. Negara-negara yang memiliki swasembada pangan, di&#13;
antaranya, adalah Amerika, Kanada, dan Australia. Negara-negara&#13;
tersebut memiliki kapasitas ketahanan pangan yang kuat, kondisi&#13;
pangan negaranya ideal, serta mampu berswasembada pangan.&#13;
Sementara Jepang dan Singapura termasuk negara-negara yang&#13;
tidak berswasembada pangan tetapi memiliki fondasi ketahanan&#13;
pangan yang jauh lebih kuat dari negara-negara seperti Indonesia,&#13;
Filipina dan Myanmar. ...
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Gizi Dan Pembangunan</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khomsan, Ali</name>
</author>
<author>
<name>Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah</name>
</author>
<author>
<name>Fikrah ‘Arifah, Dzakiyyatul</name>
</author>
<author>
<name>Kisda, Anada Varenza</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902</id>
<updated>2026-04-07T00:00:35Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Gizi Dan Pembangunan
Khomsan, Ali; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah; Fikrah ‘Arifah, Dzakiyyatul; Kisda, Anada Varenza
Konsep Pembangunan dan Gizi merupakan dua hal&#13;
yang saling berkaitan dalam pembahasan mengenai&#13;
pembangunan manusia. Selama beberapa dekade,&#13;
pembangunan lebih dekat dengan peningkatan indikator&#13;
ekonomi. Namun, pendekatan itu masih kurang untuk&#13;
menjelaskan kualitas hidup suatu masyarakat secara&#13;
menyeluruh. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada suatu&#13;
negara belum tentu menjamin terbentuknya sumber daya&#13;
manusia (SDM) yang optimal jika masalah gizi, kesehatan,&#13;
dan ketimpangan sosial masih berlangsung.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Panduan Penggunaan Perisa Pada Teh</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172895" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pribadi, Eko Sugeng</name>
</author>
<author>
<name>Ekasari, Iriana</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172895</id>
<updated>2026-04-06T01:51:06Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Panduan Penggunaan Perisa Pada Teh; The Handbook of Tea Flavouring For The Small to Medium Enterprises
Pribadi, Eko Sugeng; Ekasari, Iriana
Buku panduan ini dipersembahkan oleh Penulis untuk&#13;
Dewan Teh Indonesia dan industri teh Indonesia guna&#13;
meningkatkan nilai tambah produk teh Indonesia&#13;
melalui inovasi produk yang selaras dengan tren&#13;
kekinian konsumen Indonesia.&#13;
Selaras dengan proporsi polupasi penduduk Indonesia,&#13;
maka konsumen teh Indonesia didominasi oleh&#13;
generasi Milenial dan Zilenial yang lebih terbuka untuk&#13;
mengadopsi teh dengan format-format baru dan&#13;
pilihan rasa yang lebih eksploratif dan eksotik.&#13;
Maraknya gerai berupa konter teh jenis “GrabNGo”&#13;
baik yang merupakan waralaba asing maupun&#13;
domestik memberikan edukasi palet rasa yang&#13;
beragam kepada konsumen dan membuka wawasan&#13;
bahwa teh tidak harus dalam bentuknya yang hanya&#13;
teh hitam atau teh hijau biasa.&#13;
Industri perkebuna teh Indonesia sepatutnya merasa&#13;
resah mendapati bahwa gerai-gerai tersebut banyak&#13;
memakai teh impor. Kurangnya pengetahuan akan&#13;
keunggulan teh Indonesia menjadi salah satu faktor&#13;
mereka memakai teh luar negeri. Disinilah terbuka&#13;
peluang bagi industri perkebunan teh Indonesia untuk&#13;
dapat ikut menikmati kue ekonomi dari pertumbuhan&#13;
pasar dengan cara hadir dalam upaya edukasi&#13;
konsumen secara langsung dengan menyajikan produk
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
