<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Silviculture</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104</id>
<updated>2026-05-01T18:44:24Z</updated>
<dc:date>2026-05-01T18:44:24Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Curah Hujan dan Sea Surface Temperature Anomalies terhadap Hotspot di Taman Nasional Gunung Rinjani</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173015" rel="alternate"/>
<author>
<name>Shalihah, Ikfanny Alfi Muhibbah</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173015</id>
<updated>2026-04-30T11:56:42Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Curah Hujan dan Sea Surface Temperature Anomalies terhadap Hotspot di Taman Nasional Gunung Rinjani
Shalihah, Ikfanny Alfi Muhibbah
IKFANNY ALFI MUHIBBAH SHALIHAH. Pengaruh Curah Hujan dan Sea Surface Temperature Anomalies terhadap Hotspot di Taman Nasional Gunung Rinjani. Dibimbing oleh ERIANTO INDRA PUTRA.&#13;
&#13;
Kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman serius bagi kawasan konservasi tropis beriklim monsun kering, termasuk Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola hotspot di TNGR selama periode 2017–2024 serta mengkaji hubungan antara curah hujan dan Niño 3.4 Sea Surface Temperature (SST) Anomalies terhadap dinamika hotspot. Penelitian dilakukan menggunakan data hotspot satelit MODIS/VIIRS dari NASA FIRMS, data curah hujan dari BMKG, dan data SST Anomalies dari NOAA CPC yang dianalisis pada skala bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hotspot di TNGR memiliki pola temporal yang jelas, dengan lonjakan signifikan pada periode curah hujan rendah, khususnya ketika curah hujan berada di bawah ambang kritis &lt;20 mm/bulan. SST Anomalies positif berasosiasi dengan penurunan intensitas curah hujan dan peningkatan jumlah hotspot, sedangkan SST Anomalies negatif berkaitan dengan curah hujan berintensitas tinggi dan rendahnya hotspot. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan kebakaran berbasis iklim di kawasan konservasi TNGR.&#13;
&#13;
Kata kunci: curah hujan, titik panas, SST Anomalies, variabilitas iklim.; IKFANNY ALFI MUHIBBAH SHALIHAH. The Effects of Rainfall and Sea Surface Temperature Anomalies on Hotspots in Mount Rinjani National Park. Supervised by ERIANTO INDRA PUTRA.&#13;
&#13;
Forest and land fires pose a serious threat to tropical conservation areas characterized by a dry monsoon climate, including Mount Rinjani National Park (MRNP). This study aims to analyze hotspot patterns in MRNP during the period 2017–2024 and to examine the relationship between rainfall variability and Niño 3.4 Sea Surface Temperature (SST) Anomalies in influencing hotspot dynamics. The study utilizes MODIS/VIIRS satellite hotspot data from NASA FIRMS, rainfall data from the Indonesian Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics, and SST Anomalies data from NOAA CPC, which were analyzed using monthly approaches. The results indicate that hotspots in MRNP exhibit aclear temporal pattern, with significant increases during periods of low rainfall, particularly when monthly rainfall falls below the critical threshold of &lt;20 mm. Positive SST Anomalies are associated with reduced rainfall intensity and increased hotspot occurrence, whereas negative SST Anomalies correspond to higher rainfall intensity and lower hotspot frequency. This study provides a scientific basis for the adaptive fire management strategies in the MRNP conservation area.&#13;
&#13;
Keywords: rainfall, hotspots, SST Anomalies, climate variability.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Penilaian Kesehatan Tegakan Kebun Raya Bogor melalui Analytical Network Process (ANP)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172982" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nazalti, Zulfa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172982</id>
<updated>2026-04-23T23:07:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Penilaian Kesehatan Tegakan Kebun Raya Bogor melalui Analytical Network Process (ANP)
Nazalti, Zulfa
Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan kawasan konservasi flora secara ex situ dengan koleksi mencapai 3.404 spesies. Guna menjamin keberlanjutan fungsi kawasan yang didominasi oleh tegakan pohon, pemantauan dan penilaian kesehatan tegakan penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan penilaian kesehatan tegakan berumur tua di KRB melalui Analytical Network Process (ANP) dan menentukan rekomendasi pemeliharaan tegakan KRB. Metode yang digunakan yaitu metode Forest Health Monitoring (FHM) dan metode ANP untuk mengembangkan dan memvalidasi bobot prioritas indikator kesehatan tegakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot prioritas indikator kesehatan tegakan di KRB melalui metode ANP meliputi kondisi tajuk (0,30), kerusakan pohon (0,24), produktivitas (0,15), kualitas tapak (0,15), dan biodiversitas (0,10). Bobot prioritas ANP vitalitas pohon menjadi indikator prioritas tertinggi dalam menentukan kesehatan tegakan di KRB. Nilai akhir kesehatan kawasan KRB bernilai 8 dengan status kesehatan tegakan kategori baik yang mengindikasikan tegakan KRB masih optimal menjalankan fungsinya.; The Bogor Botanical Garden (KRB) is an ex situ flora conservation area with a collection of 3.404 species. To ensure the sustainability of this area, dominated by tree stands, monitoring and assessing their health is essential. This study aims to develop an assessment of the health of mature stands at KRB using the Analytical Network Process (ANP) and to determine maintenance recommendations for KRB stands. The methods used were the Forest Health Monitoring (FHM) and ANP methods to develop and validate the priority weights for stand health indicators. The results of the study indicate that using the ANP method, the priority weights for stand health indicators in the KRB are: canopy condition (0,30), tree damage (0,24), productivity (0,15), site quality (0,15), and biodiversity (0,10). The ANP priority weight for tree vitality is the highest priority indicator in determining stand health in the KRB. The final health score for the KRB area is 8, with the stand health status categorized as good, indicating that the KRB stands are still performing their functions optimally.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172978" rel="alternate"/>
<author>
<name>Patimah, Rahma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172978</id>
<updated>2026-04-23T00:52:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai
Patimah, Rahma
Kebakaran hutan dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah, berdampak pada kesuburan dan fungsi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan sifat fisik dan kimia tanah dan lahan pascaterbakar dan tidak terbakar di Blok Pajaten, Taman Nasional Gunung Ciremai. Sampel dianalisis untuk bulk densty, porositas tanah, permeabilitas, kadar air, pH, C-org, kapasitas tukar kation, dan unsur hara (N, P, K) menggunakan uji statistik yaitu Mann-Whitney dan secara kuantitatif. Hasil analisis statistik lahan bekas terbakar dan tidak terbakar menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, hal ini diduga kondisi lapang yang bervariasi dan jumlah ulangan yang tidak homogen. Namun, dilihat secara kuantitatif hasil menunjukkan lahan terbakar memiliki bulk density tinggi, porositas lebih rendah, permeabilitas lebih tinggi, dan kadar air lebih rendah. Sifat kimia pada lahan terbakar menunjukkan C-org, N-total, dan fosfor lebih tinggi, sedangkan KTK dan kalium lebih rendah. Implikasi penelitian meliputi rehabilitasi lahan melalui penanaman pionir toleran terhadap tanah masam dan berbatu, serta &#13;
penelitian lanjutan dengan penambahan ulangan pengambilan data untuk memperoleh analisis statitik yang lebih representatif.; Forest fires can alter soil physical and chemical properties, affecting soil fertility and ecosystem function. This study aimed to identify differences in soil properties between post-fire and unburned areas in Blok Pajaten, Gunung Ciremai National Park. Soil samples were analyzed for bulk density, porosity, permeability, moisture content, pH, organic carbon, cation exchange capacity, and nutrients (N, P, K) using quantitative analysis and the Mann-Whitney test. Statistical results showed no significant differences between burned and unburned areas, likely due to field variability and unequal replication. Quantitative analysis indicated that burned soils had higher bulk density, lower porosity, higher permeability, and lower moisture content. Chemically, burned soils had higher organic carbon, total nitrogen, and phosphorus, while CEC and potassium were lower. Implications include land rehabilitation through planting pioneer species tolerant to acidic and rocky soils and further long-term studies with increased data replication to improve statistical representativeness.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172977" rel="alternate"/>
<author>
<name>Patimah, Rahma</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172977</id>
<updated>2026-04-22T23:38:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia  Tanah di Blok Pajaten Taman Nasional Gunung Ciremai
Patimah, Rahma
Kebakaran hutan dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah, berdampak pada kesuburan dan fungsi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan sifat fisik dan kimia tanah dan lahan pascaterbakar dan tidak terbakar di Blok Pajaten, Taman Nasional Gunung Ciremai. Sampel dianalisis untuk bulk densty, porositas tanah, permeabilitas, kadar air, pH, C-org, kapasitas tukar kation, dan unsur hara (N, P, K) menggunakan uji statistik yaitu Mann-Whitney dan secara kuantitatif. Hasil analisis statistik lahan bekas terbakar dan tidak terbakar menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, hal ini diduga kondisi lapang yang bervariasi dan jumlah ulangan yang tidak homogen. Namun, dilihat secara kuantitatif hasil menunjukkan lahan terbakar memiliki bulk density tinggi, porositas lebih rendah, permeabilitas lebih tinggi, dan kadar air lebih rendah. Sifat kimia pada lahan terbakar menunjukkan C-org, N-total, dan fosfor lebih tinggi, sedangkan KTK dan kalium lebih rendah. Implikasi penelitian meliputi rehabilitasi lahan melalui penanaman pionir toleran terhadap tanah masam dan berbatu, serta &#13;
penelitian lanjutan dengan penambahan ulangan pengambilan data untuk memperoleh analisis statitik yang lebih representatif.; Forest fires can alter soil physical and chemical properties, affecting soil fertility and ecosystem function. This study aimed to identify differences in soil properties between post-fire and unburned areas in Blok Pajaten, Gunung Ciremai National Park. Soil samples were analyzed for bulk density, porosity, permeability, moisture content, pH, organic carbon, cation exchange capacity, and nutrients (N, P, K) using quantitative analysis and the Mann-Whitney test. Statistical results showed no significant differences between burned and unburned areas, likely due to field variability and unequal replication. Quantitative analysis indicated that burned soils had higher bulk density, lower porosity, higher permeability, and lower moisture content. Chemically, burned soils had higher organic carbon, total nitrogen, and phosphorus, while CEC and potassium were lower. Implications include land rehabilitation through planting pioneer species tolerant to acidic and rocky soils and further long-term studies with increased data replication to improve statistical representativeness.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
