Show simple item record

dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorMunibah, Khursatul
dc.contributor.authorDewi, Puji Rosita
dc.date.accessioned2018-04-09T07:47:59Z
dc.date.available2018-04-09T07:47:59Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91266
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk di Kabupaten Blitar selama lima tahun terakhir semakin meningkat,yang mengakibatkan bertambahnya kebutuhan pemukiman. Pesatnya perkembangan wilayah Kabupaten Blitar ditandai dengan bertambahnya laju jumlah penduduk mempengaruhi daerah hunian menjadi semakin padat. Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan konversi aneka penggunaan lahan ke permukiman, jika tanpa terencana akan semakin mengancam produktifitas lahan. Alokasi permukiman harus dikendalikan perkembangannya agar penggunaan lahan dapat optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis perubahan penggunaan lahan; (2) mengetahui pola persebaran permukiman di Kabupaten Blitar; (3) prediksi penggunaan lahan pada tahun 2030; (4) arahan pengembangan permukiman di Kabupaten Blitar. Data primer yang digunakan adalah data citra Landsat-7 tahun 2000 dan citra Landsat-8 tahun 2015 pada path 118 dan 119 row 66. Model prediksi penggunaan lahan tahun 2030 menggunakan pendekatan Cellular Automata-Markov berdasarkan pada skenario kesesuaian lahan. Pola persebaran permukiman menggunakan spasial lanskap dan pemodelan Patch yang merupakan pengembangan sotfware ArcGIS. Kondisi penggunaan lahan Kabupaten Blitar dianalisis dalam 2 (dua) titik tahun, diinterpretasikan pada citra satelit secara visual menghasilkan peta penggunaan lahan tahun 2000 dan 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) kelas klasifikasi penggunaan lahan, yaitu : hutan, kebun campuran, tegal, sawah, lahan terbangun, badan air, dan perkebunan. Permukiman hasil interpretasi dari citra Landsat karena keterbatasan skala, masih merupakan built up area yang terdiri tempat hunian dengan sarana prasarana permukiman dan sarana pelayanan umum seperti industri, kesehatan, pendidikan, perhubungan, perdagangan, jasa dan perkantoran, rel kereta api, serta jalan. Perubahan tegal menjadi kebun campuran merupakan perubahan terluas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2015. Lahan terbangun mengalami pertambahan luas didominasi berasal dari perubahan sawah, kebun campuran dan tegal. Hasil prediksi penggunaan lahan tahun 2030 menunjukan tegal, lahan terbangun dan perkebunan bertambah luas, sedangkan hutan, kebun campuran dan sawah berkurang. Pada tahun 2000 dan 2015 lahan terbangun merupakan kediaman penduduk yang mengelompok, yang mempunyai pola menyebar di area dengan topografi datar. Pertambahan luas permukiman pada prediksi tahun 2030 terjadi dengan meluasnya poligon-poligon permukiman ke area disekitarnya yang berasal dari konversi penggunaan lahan terutama sawah dan kebun campuran yang berada di sekitar permukiman,sehingga bergabung membentuk poligon permukiman baru yang lebih luas. Arahan pengembangan permukiman di masa mendatang dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan dan kebutuhan penduduk dengan mempertahankan sawah dan hutan aktual tahun 2015. Hutan sebagai area konservasi alam dan sawah untuk keberlanjutan pangan, tetap dijaga dari konversi penggunaan lainnya. Kawasan permukiman dalam Pola Tata Ruang RTRW Kabupaten Blitar tahun 2011 – 2031 masih belum mencukupi kebutuhan penduduk pada tahun 2030, sehingga perlu dipertimbangkan untuk dilakukan peninjauan ulang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcRegional planningid
dc.subject.ddcSettlement Developmentid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBlitar-JABARid
dc.titlePrediksi dan Arahan Pengembangan Permukiman di Kabupaten Blitarid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpenggunaan lahanid
dc.subject.keywordanalisis patchid
dc.subject.keywordcellular automata-Markovid
dc.subject.keywordarahan permukimanid
dc.subject.keywordrevisi pola ruangid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record