Show simple item record

dc.contributor.advisorSuhartanto, M Rahmad
dc.contributor.authorKhoerunnisa, Anis
dc.date.accessioned2017-07-17T08:05:45Z
dc.date.available2017-07-17T08:05:45Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87501
dc.description.abstractPengusangan cepat merupakan suatu cara menurunkan vigor benih secara buatan (devigorasi) yang berguna untuk mempelajari vigor daya simpan benih. Penelitian ini menggunakan pengusangan cepat fisik pada benih kedelai dengan memanfaatkan mesin pengusangan cepat tipe baru (MPC IPB 77-1 3M). Mesin pengusangan cepat merupakan mesin yang dapat mempercepat kemunduran benih dengan memanfaatkan deraan uap air. Prinsip kerja mesin pengusangan benih ini adalah dengan penderaan pada suhu 48-500C dan RH 90-92%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan MPC IPB 77-1 3M dalam melihat kemunduran benih untuk pendugaan vigor daya simpan pada benih kedelai dan untuk mengetahui kesesuaian penurunan viabilitas dan vigor benih yang telah diusangkan dengan penyimpanan alami. Penelitian ini menggunakan empat varietas benih kedelai yaitu Tanggamus, Sinabung, Kaba, dan Wilis. Penelitian terdiri atas dua percobaan, percobaan pertama adalah penyimpanan alami yang terdiri atas tujuh waktu penyimpanan yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 bulan, dan percobaan kedua adalah pengusangan yang terdiri atas tujuh waktu pengusangan yaitu 0, 1x10, 2x10, 3x10, 4x10, 5x10, dan 6x10 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa MPC IPB 77-1 3M dapat digunakan untuk menduga vigor daya simpan benih kedelai pada tolok ukur Daya Berkecambah (DB), Indeks Vigor (IV), dan Kecepatan Tumbuh (Kct). Tolok ukur IV dan Kct lebih sensitif dalam menduga vigor daya simpan benih kedelai, sedangkan tolok ukur asam lemak bebas pada pengusangan kurang sensitif dalam menduga vigor daya simpan benih kedelai. Terdapat kesesuaian penurunan viabilitas dan vigor benih pada pengusangan cepat dan penyimpanan alami. Varietas Tanggamus dan Wilis merupakan varietas yang memiliki vigor daya simpan tinggi, sedangkan varietas Sinabung dan Kaba merupakan varietas yang memiliki vigor daya simpan rendah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcForage Plantsid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleDeteksi kemunduran benih kedelai (Glycine max (L.) Merr) dengan pengusangan fisik menggunakan Mesin Pengusangan Cepat Tipe Baruid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddeteriorasiid
dc.subject.keywordkedelaiid
dc.subject.keywordmesin pengusangan cepatid
dc.subject.keywordMPC IPB 77-1 3Mid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record