Pengembangan Sistem Irigasi pada Tebu Lahan Kering (Studi Kasus PG. Bunga Mayang Lampung) PTP Nusantara VII (Persero)

IPB Repository

Show simple item record

dc.contributor.author Sukirno
dc.contributor.author Purwadi, Tri
dc.contributor.author Sudira, Putu
dc.contributor.author Ismail, Isra
dc.date.accessioned 2010-04-27T01:48:26Z
dc.date.available 2010-04-27T01:48:26Z
dc.date.issued 2008
dc.identifier.uri http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/8446
dc.description.abstract PG Bunga Mayang semula dikembangkan sebagai tebu lahan kering, yaitu pemenuhan kebutuhan air dengan mengandalkan curah hujan yang ada, namun dalam praktik dilapangan apabila tanpa tambahan air irigasi terutama pada awal tanam akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tebu. Di PG Bunga Mayang terdapat lebung yaitu anak sungai yang terisi air pada musim penghujan dan akan kering pada musim kemarau. Lebung lebung ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber air pada musim kemarau dengan cara membuat bendungan kecil pada alur sungai tersebut dan memanfaatkannya dengan menggunakan pompa untuk mengairi lahan tebu yang ada disekitar lebung tersebut. Untuk melihat potensi air hujan yang dapat dipanen dan ditampung oleh bendungan pada lebung maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk (i) menentukan lokasi lebunglebung yang potensial dapat dimanfaatkan untuk menampung air hujan (ii) menentukan dimensi bendungan, dan (iii) menentukan jenis dan jumlah pompa serta sistem irigasi yang diperlukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk (i) meningkatkan jumlah luas areal tanaman tebu yang dapat diairi di musim kemarau, (ii) memperbaiki iklim mikro, (iii) membuka akses transportasi, (iv) memudahkan pengawasan dan pemeliharaan kebun, dan (v) meningkatkan produktivitas tebu. Pada penelitian ini telah dilakukan pengamatan dan eksplorasi terhadap 30 buah lebung. Masing-masing lebung dilengkapi dengan rencana bangunan bendungan yang mencakup gambar desain bendungan beserta karakteristiknya, yaitu: (i) tinggi bendungan, (ii) tinggi jagaan, (iii) panjang bendungan, (iv) volume tampung bendungan, (v) kemiringan lereng bendungan, (vi) lebar dasar galian pondasi, (vii) lebar mercu bendungan, (vii) pelindung lereng bendungan, (viii) bangunan pelimpah, dan (ix) volume urugan. Dari analisis peta topografi, lokasi lebung dan tinggi bendungan yang dianjurkan, maka diperoleh (i) volume air tertampung pada lebung, (ii) luas genangan yang ditimbulkan dengan pembangunan lebung-lebung tersebut, dan (iii) luas lahan tebu yang dapat diairi. Hasil analisis jaringan anak sungai (lebung) di PG Bunga Mayang menunjukkan bahwa terdapat kurang lebih 22 jaringan anak sungai dan potensi pemanenan airnya adalah sekitar 42.000.000 m3. Tiga puluh (30) bendungan yang direncanakan (terpilih) mampu menampung air sebesar 9.680.095 m3 dan mampu mengairi tanaman tebu PC seluas 1.936 ha. Pompa yang dibutuhkan untuk mengairi tebu dari 30 bendung tersebut adalah sebanyak 86 buah pompa dengan diameter tekan 100 mm (4 dim) dengan sumber tenaga yang dibutuhkan sekitar 70-80 Hp. Sistem irigasi yang dianjurkan adalah sistem irigasi pipa tertutup dan mudah dipindahkan (movable) dengan penyiraman sistem curat dan alur (furrow irrigation). id_ID
dc.publisher IPB (Bogor Agricultural University) id_ID
dc.subject IPB (Bogor Agricultural University) id_ID
dc.subject Lebung id_ID
dc.subject Bendungan id_ID
dc.subject Kebutuhan Irigasi id_ID
dc.subject Kebutuhan Pompa id_ID
dc.title Pengembangan Sistem Irigasi pada Tebu Lahan Kering (Studi Kasus PG. Bunga Mayang Lampung) PTP Nusantara VII (Persero) id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Proceedings [2501]
    Proceedings of Bogor Agricultural University's seminars

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account

Social Media