Show simple item record

dc.contributor.authorGafur, Syamsyiah
dc.date.accessioned2010-04-20T03:04:35Z
dc.date.available2010-04-20T03:04:35Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5437
dc.description.abstractPembangunan pertanian bertujuan mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai penunjang sistem tersebut. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensinya dalam berusahatani seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kakao merupakan salah satu komoditas usahatani yang berperan penting dalam penyediaan tenaga kerja dan sumber devisa. Potensi kakao di Indonesia seluas 1.191.000 hektar, 87,4% dikelola oleh rakyat, dan 184.552 hektar (15 persen) berada di Sulawesi Tengah. Namun produksi kakao kering/ha di Sulawesi Tengah masih tergolong rendah (300-600 kg/ha/tahun). Salah satu upaya peningkatan produksi dan mutu kakao adalah mengefektifkan penerapan teknologi produksi kakao di tingkat petani. Hasil pengkajian BPTP Sulawesi Tengah menunjukkan perbedaan tingkat penerapan teknologi tersebut. Perbedaan penerapan ini diduga berhubungan dengan faktor internal, maupun eksternal, termasuk motivasi petani dalam penerapan teknologi kakao.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleMotivasi Petani dalam Menerapkan Teknologi Produksi Kakao (Kasus Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record