Peranan Kemitraan Terhadap Pengelolaan Risiko Usaha Petani Kedelai Edamame (Kasus: Petani Kedelai Edamame di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung, Bogor)

IPB Repository

Show simple item record

dc.contributor.advisor Kusnadi, Nunung
dc.contributor.author Zein, Hussein
dc.date.accessioned 2012-04-26T01:33:30Z
dc.date.available 2012-04-26T01:33:30Z
dc.date.issued 2011
dc.identifier.uri http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54327
dc.description.abstract Kedelai edamame dalam proses pengusahaannya dihadapkan pada risiko usaha. Beberapa risiko mendasar pada usahatani kedelai edamame adalah risiko produksi dan risiko harga. Sumber-sumber pada risiko produksi ialah iklim, curah hujan, hama, penyakit, suhu, kelembaban. Sedangkan risiko harga dapat timbul dikarenakan adanya ketidakpastian pada harga output dan harga input. Salah satu upaya untuk menekan risiko yang timbul pada usahatani kedelai edamame yaitu dengan hubungan kemitraan. Kemitraan merupakan salah satu upaya untuk menekan risiko, melalui program kemitraan petani akan mendapatkan keuntungan berupa bantuan modal, memudahkan petani dalam mengakses akses informasi dan teknologi, pemasaran, dan lain-lain. Melalui bantuan hubungan kemitraan, upaya menekan risiko pada usahatani kedelai edamame dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Penulisan skripsi ini bertujuan mengetahui secara jelas besaran risiko berdasarkan sumber dan tingkat risiko pada usahatani kedelai edamame, serta peranan kemitraan untuk menekan risiko pada usahatani kedelai edamame Responden pada penelitian ini adalah petani mitra PT Saung Mirwan dan petani non mitra yang berdomisili di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung Bogor, masing-masing berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian sumbersumber risiko yang dianggap memiliki tingkat risiko tinggi, berdasarkan sebagian besar penilaian petani mitra adalah curah hujan dan peningkatan harga obatobatan. Sedangkan sumber-sumber risiko yang memiliki tingkat risiko sedang adalah infeksi penyakit dan peningkatan harga upah tenaga kerja. Lebih lanjut sumber-sumber risiko yang dianggap memiliki tingkat risiko rendah adalah kerusakan biji saat pemanenan dan peningkatan harga pupuk. Kerusakan biji saat proses pengiriman dianggap tidak memiliki tingkat risiko oleh sebagian besar petani mitra. Lebih jauh menurut penilaian sebagian besar petani non mitra, sumber-sumber risiko yang memiliki tingkat risiko yang tinggi antara lain curah hujan, serangan hama, dan peningkatan harga obat-obatan. Sedangkan sumber risiko yang memiliki tingkat risiko yang sedang antara lain peningkatan harga pupuk dan harga upah tenaga kerja. Selain itu, sumber-sumber risiko yang dianggap memiliki tingkat risiko rendah antara lain serangan hama, kerusakan biji saat pemanenan, dan kerusakan biji saat pengiriman hasil. Berdasarkan penilaian petani mitra terhadap sumber-sumber risiko pada usahatani kedelai edamame menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata pada kecenderungan penilaian petani mitra dan non mitra terhadap sumber-sumber risiko. Artinya peranan kemitraan tidak terlihat nyata dalam menekan sumber-sumber risiko yang muncul pada usahatani kedelai edamame yang dijalankan petani mitra. Lebih lanjut, pada besaran risiko yang diukur dengan koefisien variasi juga tidak menunjukan perbedaan yang signifikan mengenai tingkat risiko harga, produksi, dan pendapatan yang dihadapi petani 95 mitra dan non mitra. Namun petani kedelai edamame lebih banyak menghadapi risiko produksi dan pendapatan dibandingkan risiko harga, hal ini menunjukan bahwa kemitraan lebih berperan dalam menekan tingkat risiko harga. Pihak perusahaan dianjurkan untuk lebih berperan dalam budidaya yang dijalankan petani mitra untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani yang dijalankan petani mitra. bimbingan mengenai manajemen produksi dan teknologi budidaya masih sangat diperlukan oleh petani mitra. Selain itu perusahaan juga dianjurkan untuk lebih meningkatkan pelayanan dibidang pengadaan kredit untuk input produksi dengan tujuan untuk menjaga loyalitas petani mitra. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dan loyalitas petani kedelai edamame dalam bermitra, sebagai bahan rujukan lebih lanjut bagi perusahaan dan menjelaskan secara mendetail mengenai fenomena yang terjadi di kemitraan kedelai edamame yang dijalankan oleh PT Saung Mirwan. en_US
dc.subject IPB (Bogor Agricultural University) en_US
dc.title Peranan Kemitraan Terhadap Pengelolaan Risiko Usaha Petani Kedelai Edamame (Kasus: Petani Kedelai Edamame di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung, Bogor) en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search IPB Repository


Advanced Search

Browse

My Account

Social Media