| dc.description.abstract |
Kedelai edamame dalam proses pengusahaannya dihadapkan pada risiko
usaha. Beberapa risiko mendasar pada usahatani kedelai edamame adalah risiko
produksi dan risiko harga. Sumber-sumber pada risiko produksi ialah iklim, curah
hujan, hama, penyakit, suhu, kelembaban. Sedangkan risiko harga dapat timbul
dikarenakan adanya ketidakpastian pada harga output dan harga input. Salah satu
upaya untuk menekan risiko yang timbul pada usahatani kedelai edamame yaitu
dengan hubungan kemitraan.
Kemitraan merupakan salah satu upaya untuk menekan risiko, melalui
program kemitraan petani akan mendapatkan keuntungan berupa bantuan modal,
memudahkan petani dalam mengakses akses informasi dan teknologi, pemasaran,
dan lain-lain. Melalui bantuan hubungan kemitraan, upaya menekan risiko pada
usahatani kedelai edamame dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
Penulisan skripsi ini bertujuan mengetahui secara jelas besaran risiko berdasarkan
sumber dan tingkat risiko pada usahatani kedelai edamame, serta peranan
kemitraan untuk menekan risiko pada usahatani kedelai edamame
Responden pada penelitian ini adalah petani mitra PT Saung Mirwan dan
petani non mitra yang berdomisili di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung
Bogor, masing-masing berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian sumbersumber
risiko yang dianggap memiliki tingkat risiko tinggi, berdasarkan sebagian
besar penilaian petani mitra adalah curah hujan dan peningkatan harga obatobatan.
Sedangkan sumber-sumber risiko yang memiliki tingkat risiko sedang
adalah infeksi penyakit dan peningkatan harga upah tenaga kerja. Lebih lanjut
sumber-sumber risiko yang dianggap memiliki tingkat risiko rendah adalah
kerusakan biji saat pemanenan dan peningkatan harga pupuk. Kerusakan biji saat
proses pengiriman dianggap tidak memiliki tingkat risiko oleh sebagian besar
petani mitra.
Lebih jauh menurut penilaian sebagian besar petani non mitra,
sumber-sumber risiko yang memiliki tingkat risiko yang tinggi antara lain curah
hujan, serangan hama, dan peningkatan harga obat-obatan. Sedangkan sumber
risiko yang memiliki tingkat risiko yang sedang antara lain peningkatan harga
pupuk dan harga upah tenaga kerja. Selain itu, sumber-sumber risiko yang
dianggap memiliki tingkat risiko rendah antara lain serangan hama, kerusakan biji
saat pemanenan, dan kerusakan biji saat pengiriman hasil.
Berdasarkan penilaian petani mitra terhadap sumber-sumber risiko pada
usahatani kedelai edamame menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata
pada kecenderungan penilaian petani mitra dan non mitra terhadap
sumber-sumber risiko. Artinya peranan kemitraan tidak terlihat nyata dalam
menekan sumber-sumber risiko yang muncul pada usahatani kedelai edamame
yang dijalankan petani mitra. Lebih lanjut, pada besaran risiko yang diukur
dengan koefisien variasi juga tidak menunjukan perbedaan yang signifikan
mengenai tingkat risiko harga, produksi, dan pendapatan yang dihadapi petani
95
mitra dan non mitra. Namun petani kedelai edamame lebih banyak menghadapi
risiko produksi dan pendapatan dibandingkan risiko harga, hal ini menunjukan
bahwa kemitraan lebih berperan dalam menekan tingkat risiko harga.
Pihak perusahaan dianjurkan untuk lebih berperan dalam budidaya yang
dijalankan petani mitra untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani
yang dijalankan petani mitra. bimbingan mengenai manajemen produksi dan
teknologi budidaya masih sangat diperlukan oleh petani mitra. Selain itu
perusahaan juga dianjurkan untuk lebih meningkatkan pelayanan dibidang
pengadaan kredit untuk input produksi dengan tujuan untuk menjaga loyalitas
petani mitra.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan dan loyalitas petani kedelai edamame dalam bermitra,
sebagai bahan rujukan lebih lanjut bagi perusahaan dan menjelaskan secara
mendetail mengenai fenomena yang terjadi di kemitraan kedelai edamame yang
dijalankan oleh PT Saung Mirwan. |
en_US |