Bioethanol agro-industry development strategy in Lampung Province

IPB Repository

Show simple item record

dc.contributor.advisor Sa’id, Endang Gumbira
dc.contributor.advisor Machfud
dc.contributor.advisor Sukardi
dc.contributor.advisor Mahmud, Zainal
dc.contributor.author Rr. Erlina
dc.date.accessioned 2012-01-16T03:17:51Z
dc.date.available 2012-01-16T03:17:51Z
dc.date.issued 2011
dc.identifier.uri http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52904
dc.description.abstract Agro-industry development is an important part of the industrialization process. Agro-industrial development based on potential agricultural areas in Indonesia plays an important role in driving the economy of Indonesia. Based on the potential areas of Lampung province, there are some superior agricultural commodities such as sugar cane, maize, cassava, sweet sorghum, sweet potatoes, and palm juice that can be utilized as raw materials for bio-ethanol industries. The objectives of this study aimed to: a) Get the superior commodity that can be used as feedstock for bio-ethanol industry in Lampung Province, b) determine the key elements of the bio-ethanol agro-industry development in Lampung Province, and c) determine the bio-ethanol agro-industry development strategy in Lampung province. Analyses were performed by utilizing the Exponential Comparative Method (ECM), Interpretive Structural Modeling (ISM), and analysis of Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT). The results of the Exponential Comparative Method (MPE) analysis showed that cassava is the most superior raw materials. The analysis of ISM-VAXO found that the key elements of bio-ethanol development of agro-industry in Lampung Province is as followed: a) supporting the development of key elements: 1) the suitability and availability of land for raw materials, 2) Infrastructures production, 3) Support local governments in developing agro-bio-ethanol. b) Inhibiting the development of key elements: 1) limited funding for the development of small-scale agro-industries, 2) low productivity of raw materials, 3) Continuity of raw materials that are not guaranteed. Based on the analysis of IE / EF-SWOT, the strategy for agro-industry development of bio-ethanol in Lampung province are: (1) Intensification and extensification of agricultural land to meet the needs of raw materials, (2) Making the Lampung province as a source of national bio-fuel, (3) Promote technological innovation and institutional innovation to accelerate the delivery and adoption of bio-ethanol technology, and (4) Develop agro-industry cluster bio-ethanol which is supported by facilities and infrastructure cluster. en_US
dc.description.abstract Pengembangan agroindustri merupakan paradigma yang tepat dalam strategi industrialisasi di Indonesia. Pengembangan agroindustri berbasis potensi daerah memiliki peran yang penting sebagai sektor andalan penggerak ekonomi. Berdasarkan potensi daerah, beberapa komoditas agroindustri bioetanol yang dapat dikembangkan di Indonesia sebagai bahan baku untuk industri bioetanol adalah tebu, jagung, ubi kayu, sorgum manis, ubi jalar dan aren . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan (1) bahan baku unggulan hasil pertanian untuk pengembangan agroindustri bioetanol,(2) menetapkan elemen kunci pengembangan agroindustri dan (3) menetapkan strategi pengembangan agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung. Penetapan bahan baku unggulan dilakukan berdasarkan jenis bahan baku yang paling berpotensi untuk dikembangkan dengan melakukan kajian terhadap luas lahan, aspek teknologi, aspek infrastruktur, aspek produksi, serta aspek investasi di Provinsi Lampung. Pendekatan analisis yang digunakan adalah MPE,ISM,IFE/EFE SWOT, AHP dan Analisis Finansial. Hasil penelitian unggulan bahan baku menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) menunjukkan bahwa tanaman ubi kayu menempati urutan teratas sebagai bahan baku untuk industri bioetanol di Provinsi Lampung, selanjutnya diikuti oleh tebu, jagung dan ubi jalar. Berdasarkan analisis Interpretive Structural Modelling (ISM-VAXO) maka didapatkan Elemen- elemen kunci pengembangan agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung, adalah sebagai berikut: a) Elemen Kunci Pendukung Pengembangan adalah sebagai berikut: 1) Kesesuaian dan ketersediaan lahan untuk bahan baku, 2) Sarana dan Prasarana produksi, 3) Dukungan pemerintah dalam pengembangan agroindustri bioetanol, b) Elemen Kunci Penghambat Pengembangan agroindustri bioetanol adalah: 1) Keterbatasan modal bagi pengembangan agroindustri bioetanol skala kecil, 2) Produktivitas bahan baku rendah, 3) Kontinuitas bahan baku yang tidak terjamin, c) Elemen Kunci Pelaku Pengembangan adalah Pemerintah Daerah dan d) sebagai Elemen Kunci Kebutuhan Pengembangan adalah Intensifikasi dan Ekstensifikasi tanaman ubi kayu. ... id_ID
dc.publisher IPB (Bogor Agricultural University) en_US
dc.subject Superior raw materials en_US
dc.subject Agro bioethanol en_US
dc.subject Cassava en_US
dc.subject Strategy development en_US
dc.subject Lampung en_US
dc.title Bioethanol agro-industry development strategy in Lampung Province en_US
dc.title Strategi pengembangan agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung id_ID
dc.date.updated Azizah 2013-01-23 Edit: advisor, keyword


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account

Social Media