Analisis kelayakan usaha jati unggul nusantara dengan pola bagi hasil (Studi kasus pada unit usaha bagi hasil koperasi perumahan wanabakti nusantara)

IPB Repository

Show simple item record

dc.contributor.author Puspitasari, Ratna
dc.date.accessioned 2010-05-07T00:39:38Z
dc.date.available 2010-05-07T00:39:38Z
dc.date.issued 2009
dc.identifier.uri http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14354
dc.description.abstract Sektor kehutanan memiliki peran yang penting, tidak hanya bagi kelestarian lingkungan melainkan juga terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Pengusahaan sektor kehutanan salah satunya dilakukan dengan pengembangan industri hasil hutan. Pengembangan industri kayu olahan mengalami hambatan pada empat tahun terakhir karena ketersediaan kayu hutan alam yang semakin menipis. Penipisan ketersediaan kayu hutan alam menyebabkan pemerintah membatasi jumlah izin pemanfaatan kayu hutan alam untuk industri khususnya kayu keras seperti kayu jati. Kebijakan pembatasan penebangan kayu jati, mengurangi ketersediaan bahan baku kayu untuk industri kayu olahan karena sebagian besar industri kayu olahan menggunakan jenis kayu tersebut. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan pemenuhan permintaan kayu jati, dilakukan pengembangan teknologi untuk memperpendek usia tanam jati menjadi 5-20 tahun. Tanaman ini di beri nama Jati Unggul Nusantara (JUN). Jati Unggul Nusantara adalah hasil kloning dari Jati Plus Perhutani (JPP) yang telah diseleksi selama 70 tahun oleh Perum Perhutani. Meskipun JUN dapat di panen pada tahun ke lima, namun kualitas yang dihasilkan hampir sama dengan tanaman jati yang berusia 15 tahun. Oleh karena itu, banyak pengusaha yang mulai tertarik membudidayakan JUN. Salah satu lembaga yang membudidayakan JUN adalah Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara (KPWN). Koperasi ini membantuk Unit Usaha Bagi Hasil KPWN (UBH-KPWN) pada tahun 2007 sebagai pelaksana usaha budidaya jati unggul dengan pola bagi hasil. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kelayakan usaha Jati Unggul Nusantara UBH-KPWN ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen, dan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, (2) menganalisis kelayakan finansial usaha Jati Unggul Nusantara UBH-KPWN yang menerapkan pola bagi hasil, (3) menganalisis kepekaan (sensitivitas) usaha Jati Unggul Nusantara UBH-KPWN terhadap perubahan biaya operasional dan jumlah produksi. Penelitian dilakukan di Unit Bagi Hasil Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara (UBH-KPWN). Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan kegiatan usaha baru berjalan dua tahun, sedangkan rencana proyek adalah 10 tahun, sehingga menarik untuk dilakukan analisis kelayakan pada usaha tersebut. Selain itu, sistem manajemen usaha yang diterapkan memiliki keunikan, yaitu pola bagi hasil dan manajemen pohon (trees management). Penelitian ini dilakukan mulai April hingga Juli 2009. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran literatur. Analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif, iii sedangkan analisis data finansial pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan kalkulator dan komputer dengan program Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian, baik aspek non finansial maupun aspek finansial menunjukkan bahwa usaha JUN UBH-KPWN layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis terhadap aspek-aspek non finansial, yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen, serta aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, pengusahaan Jati Unggul Nusantara (JUN) layak untuk dilaksanakan. Berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, peluang pasar masih terbuka karena masih adanya gap yang cukup besar antara permintaan dan penawaran. Berdasarkan aspek teknis dan teknologis, usaha ini menggunakan teknologi dan peralatan yang relatif sederhana seperti budidaya pertanian pada umumnya. Berdasarkan aspek manajemen, pengusahaan JUN ini telah melakukan fungsi manajemen dengan cukup baik mulai dari perencanaan hingga pengawasan, serta sudah ada pembagian kerja yang jelas. Selain itu, penerapan pola bagi hasil dan manajemen pohon menjadi pembeda dan daya tarik usaha ini. Berdasarkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, usaha ini turut serta melestarikan lingkungan dan menyerap tenaga kerja. Hasil analisis terhadap aspek finansial yang meliputi NPV, IRR, Net B/C, PP, dan BEP, usaha JUN ini layak untuk dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari analisis finansial yang menunjukkan NPV lebih besar dari nol yaitu Rp 42.714.598.081, IRR sebesar 48 persen, dimana lebih besar dari discount rate sebesar 9 persen. Nilai Net B/C lebih besar dari satu, yaitu enam. Payback Period (PP) yang diperoleh adalah sebesar 5,555 tahun atau sama dengan 5 tahun 6 bulan 20 hari dimana masih lebih kecil dari umur proyek, serta nilai break even point (BEP) usaha JUN ini adalah sebanyak 30.510 pohon. Berdasarkan analisis switching value, penurunan jumlah produksi tanaman JUN lebih berpengaruh dibandingkan dengan peningkatan biaya operasional. Batas penurunan jumlah produksi tanaman JUN agar usaha ini tetap layak dilaksanakan adalah sebesar 12,739980852730 persen, sedangkan batas peningkatan biaya operasional adalah sebesar 65,5400500494 persen. Hal tersebut menunjukkan usaha ini sensitif terhadap perubahan jumlah produksi. id_ID
dc.publisher IPB (Bogor Agricultural University) id_ID
dc.title Analisis kelayakan usaha jati unggul nusantara dengan pola bagi hasil (Studi kasus pada unit usaha bagi hasil koperasi perumahan wanabakti nusantara) id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account

Social Media