<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>UT - Chemistry</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56</id>
<updated>2026-04-29T12:00:05Z</updated>
<dc:date>2026-04-29T12:00:05Z</dc:date>
<entry>
<title>Optimasi Spent Catalyst Fluidized Catalytic&amp;#160;Cracking Teregenerasi Asam Sulfat untuk Pirolisis Sampah Plastik Tutup Botol</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172953" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pandiangan, Boy Saputra</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172953</id>
<updated>2026-04-19T23:49:52Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimasi Spent Catalyst Fluidized Catalytic&amp;#160;Cracking Teregenerasi Asam Sulfat untuk Pirolisis Sampah Plastik Tutup Botol
Pandiangan, Boy Saputra
Sampah plastik sekali-pakai berupa tutup botol air mineral berbahan highdensity polyethylene (HDPE) sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Pirolisis merupakan metode pemanfaatan limbah plastik melalui penguraian termal tanpa oksigen untuk menghasilkan bahan bakar cair. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi regenerasi spent catalyst fluidized catalytic cracking (FCC) dengan beragam konsentrasi H2SO4 untuk aplikasi pirolisis HDPE. Karakterisasi katalis dengan XRD, XRF, dan BET menunjukkan peningkatan nisbah Si/Al dan luas permukaan setelah regenerasi. Pirolisis dilakukan pada suhu 350 °C selama 60 menit dengan perbandingan katalis terhadap plastik 10 wt%. Hasil analisis produk cair menggunakan HT-Simdist dan GC-MS menunjukkan distribusi hidrokarbon C5–C20 yang berpotensi sebagai bahan bakar. Rendemen 54,60% diperoleh dari katalis dengan regenerasi H2SO4 1,5 M. Penggunaan spent catalyst FCC teregenerasi meningkatkan efisiensi konversi sampah plastik HDPE menjadi bahan bakar cair ramah lingkungan serta berpotensi sebagai solusi pengelolaan limbah plastik dan penyediaan energi berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Isolasi dan Karakterisasi Metabolit  Sekunder dari Kulit Batang Dadap Serep (Erythrina subumbrans)</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172945" rel="alternate"/>
<author>
<name>Roiza, Fardhan</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172945</id>
<updated>2026-04-16T08:33:48Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Isolasi dan Karakterisasi Metabolit  Sekunder dari Kulit Batang Dadap Serep (Erythrina subumbrans)
Roiza, Fardhan
Dadap serep, yang memiliki nama latin berupa Erythrina subumbrans, diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder. Akan tetapi, senyawa dari kulit batang tanaman ini belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi metabolit sekunder dari sampel kulit batang dadap serep. Pada penelitian ini, sampel diekstraksi dengan metanol, difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dan kromatografi lapis tipis preparatif, serta dikarakterisasi menggunakan LC-MS/MS. Rendemen ekstrak metanol yang didapat adalah 8,81%. Fraksi B17 menunjukkan keberadaan rinedulin A dan asam deoksikolat. Rinedulin A merupakan senyawa dominan dengan persentase luas area 92,30% dan termasuk golongan isoflavon. Asam deoksikolat yang berasal dari golongan steroid juga terdeteksi pada penelitian ini.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efek Fluorinasi COFs IPB  terhadap Adsorpsi dan Permeabilitas H2O dengan Simulasi Dinamika Molekuler</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172828" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fathia, Aliffa Syifa</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172828</id>
<updated>2026-03-10T00:13:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efek Fluorinasi COFs IPB  terhadap Adsorpsi dan Permeabilitas H2O dengan Simulasi Dinamika Molekuler
Fathia, Aliffa Syifa
Emisi gas CO2 berlebih di atmosfer mengakibatkan pemanasan global. Salah satu solusinya adalah dengan carbon capture and storage (CCS) menggunakan covalent organic frameworks (COFs). Performa COFs sering terganggu oleh kehadiran H2O. Fluorinasi struktur COFs diharapkan meningkatkan ketahanan membran terhadap uap air. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fluorinasi pada COFs IPB pada adsorpsi dan permeabilitas H2O menggunakan simulasi dinamika molekuler (MD) dengan ensemble kanonik (NVT) pada suhu 353 K dan 5 ragam tekanan. Hasil simulasi menunjukkan IPB-2F2 berkapasitas adsorpsi H2O yang lebih rendah secara gravimetri dibandingkan dengan IPB-2H akibat meningkatnya massa membran akibat fluorinasi. Analisis energi interaksi antarmolekul dengan density functional theory (DFT) menunjukkan nilai IPB-2F2 yang lebih negatif, mengindikasikan adanya interaksi kuat antarmolekul karena keberadaan atom fluorin, sehingga menurunkan laju permeasi dan koefisien difusi H2O. Adsorpsi dan permeabilitas H2O yang rendah pada IPB-2F2 berpotensi meningkatkan ketersediaan situs adsorpsi yang dapat diakses oleh molekul CO2 dalam gas buang pascapembakaran sebagai aplikasi CCS di industri.; Excessive CO2 emissions in the atmosphere contribute to global warming. Carbon capture and storage (CCS) with covalent organic frameworks (COFs) is one proposed option. However, the presence of water frequently interferes with the performance of COFs. Fluorination of COFs is predicted to increase membrane resistance to water vapor. The purpose of this work is to investigate the influence of fluorination on IPB COFs in terms of H2O adsorption and permeability using molecular dynamics (MD) simulations in the canonical (NVT) ensemble at 353 K and 5 pressure variations. The MD simulation findings show that IPB-2F2 has poorer gravimetric H2O uptake than IPB-2H due to higher membrane mass caused by fluorination. Intermolecular interaction study using density functional theory (DFT) showed higher negative energies for IPB-2F2, indicating stronger intermolecular contacts produced by fluorine substitution, resulting in a lower H2O penetration rate and diffusion coefficient. The decreased H2O adsorptivity and permeability of IPB-2F2 may conserve accessible CO2 adsorption sites in post-combustion flue gas, emphasizing the feasibility of fluorinated COFs IPB for CCS membrane applications in industrial contexts.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Sintesis Katalis Kobalt berbasis Metal Organic Frameworks untuk Konversi PFAD menjadi Green Diesel</title>
<link href="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172743" rel="alternate"/>
<author>
<name>Latisya, Putri</name>
</author>
<id>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172743</id>
<updated>2026-02-19T00:06:08Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Sintesis Katalis Kobalt berbasis Metal Organic Frameworks untuk Konversi PFAD menjadi Green Diesel
Latisya, Putri
Green diesel merupakan energi terbarukan sebagai pengganti solar dari fosil. Konversi distilat asam lemak sawit (PFAD) menjadi green diesel membutuhkan kondisi ekstrem sehingga diperlukan katalis yang efisien dan selektif. Penelitian ini bertujuan menyintesis katalis Co-MOF dan Co@C, serta evaluasi kinerja katalis terhadap hidrodeoksigenasi PFAD. Co-MOF disintesis secara solvotermal menghasilkan rendemen 83,91% dan pirolisisnya menghasilkan Co@C 31,26%. Hasil FTIR menunjukkan gugus fungsi penyusun Co-MOF dan Co@C. Analisis XRD menunjukkan terbentuknya fase kristal Co-MOF serta perubahan fase logam pada Co@C. Ukuran kristal Co-MOF dan Co@C masing-masing 30,61 nm dan 10,70 nm dengan kristalinitas 17,31% dan 19,03%. Konversi PFAD menjadi green diesel dengan Co-MOF mencapai 100% dengan selektivitas green diesel 99,84%, sedangkan Co@C menghasilkan selektivitas yang lebih rendah (91,4%).; Green diesel is a renewable energy source that replaces fossil diesel. Extreme conditions are required for converting palm fatty acid distillate (PFAD) into green diesel, necessitating the use of efficient and selective catalysts. The goal of this research is to create Co-MOF and Co@C catalysts and assess their efficacy in the hydrodeoxygenation of (PFAD). Co-MOF was synthesized using the solvothermal technique, giving 83.91%, while pyrolysis created Co@C, yielding 31.26%. FTIR data validated the functional groups of both catalysts, Co-MOF and Co@C, while XRD examination confirmed Co-MOF's crystalline phase and Co@C's metallic phase transformation. The crystal diameters of Co-MOF and Co@C were 30.61 nm and 10.70 nm, respectively, with crystallinities of 17.31% and 19.03%. The conversion of PFAD to green diesel using Co-MOF achieved 100% with a selectivity of 99.84%, whereas Co@C had a lesser selectivity (91.4%).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
